BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Kamis, 18 Juni 2009

menghitung bintang pun tak mampu...

Hujan.
malam kemarin hujan lebat.
dingin.

Lingga lelah dengan aktivitas siangnya.
ia hanya terkapar mriip mayat bandeng yang tergeletak di kasur lamanya.
ia capek.
belum makan dari siang kemarin.

dengan langkah gemetar, ia beranjak ke daun jendela kamarnya.
menahan dingin, menatap ke langit hitam di depan bola matanya yang kecil.

"satu..."
"dua..."

"eh,
itu pesawat.."
"salah.."

"satu..
mmmmmm...."

"mana lagi, ya?"
"....."


beberapa menit kemudian, ia menyerah.
ternyata benar, jika awan malam sepi bintang, itu tandanya mendung.

Ya, hanya satu bintang yang bertahan di lautan awan hitam di sanah.
Mungkinkah ia menggigil sendiri sama seperti Lingga?
Mungkinkah itu sang seringai yang perlahan-lahan dibiarkan menerangi malamnya sendiri??

Apakah benar, tidak ada bintang yang lain selain seringai??

seandainya Lingga mampu menghampiri seringai, maka ia akan merelakan selimut kesayangannya untuk Seringai. Lingga tak ingin melihat Seringai mati kedinginan dan jatuh ke bumi... hingga takkkan ada seringai yang lain yang akan menemani malam-malam berikutnya...


"satu..."

"hmmm.. satu.."

"...."

"mana lagi, ya?"

"....."


mata Lingga perih.
melototi langit nan jauh di depan matanya.
menghitung bintang, namun tak mampu.
tampaknya, memang tak ada bintang yang lain selain seringai.
ia terlalu lelah untuk menghitung bintang...
yang jelas...
yang ia tahu...
yang ia yakin..
hanya seringai yang menemani malam kemarin..


tanpa perisai...


Angin malam semakin merasuki tubuh ringkih Lingga.
Perlahan Lingga menutup jendela kamarnya.
berharap agar Seringai tidak mati kedinginan.

0 komentar: