BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Kamis, 18 Juni 2009

aku (tak bisa) benci ayahku...

namaku Risha, gadis yang baru berumur 13 tahun.

kata orang, anak laki-laki itu akrab dengan ibunya.
anak perempuan, akrab dengan ayahnya...

buat aku, aku gak pernah bisa akrab dengan ayahku.
padahal, kata mamaku... ayahku yang mengharapkan anak perempuan lahir dalam rahim ibuku.

aku benci ayahku.
terlalu banyak hal yang membuat aku trauma waktu 7 tahun yang lalu.

masih teringat lolongan api yang keluar dari mulut ayahku.
kupingku panas.
dadaku sesak.
ingin berteriak, namun tiba-tiba mulutku kaku.
sebelum aku berhasil membuka liang mulutku pun kupingku sudah disemprot dengan sembuaran api.

masih teringat jelas potongan penggaris plastik 40 cm melayang di depan mataku.
tulang kering di betisku pun bergesekkan dengan penggaris milik kakakku itu.
sakit.
hingga aku menangis kencang ketika aku tahu bahwa ada darahku yang ikut mengalir pada pinggiran penggaris itu..


masih teringat jelas kibasan tangan sang ayah melayang di pipi kiriku.
masih teringat jelas hanya aku yang selalu dipersalahkan walaupun aku sudah merasa benar atas diriku sendiri.

aku benci.
dan aku tahu bahwa aku salah jika membenci ayahku sendiri.

kata orang, beliau justru terlalu sayang padaku.
tapi?
apakah seperti itu rasa sayangnya kepadaku?

dengan semburan apinya di telingaku?
dengan kibasan tangannya di pipiku?
dengan hempasan penggaris plastik 40cm di tulang keringku?


dengan itu semuakah tanda kasih sayangnya?

kenapa dia melakukannya padaku?
katanya dia mengharapkanku untuklahir ke dunia ini??
hanya karna aku perempuan, dia harapkan aku lahir...
atau karna dia ingin aku lahir untuk melampiaskan semua kobaran apinya?


kata orang, anak laki-laki itu akrab dengan ibunya.
anak perempuan, akrab dengan ayahnya...


aku bahagia jika kamu semua merasakannya...
anak laki-laki maupun perempuan akrab dengan ayah-ibunya...


aku benci ayahku,
tapi ketika dia sakit...
aku begitu menangisinya...
tapi ketika dia lemah,
aku begitu menyemangatinya...

dan ketika dia pergi meninggalkan aku di dunia ini untuk selama-lamanya...
aku bahkan begitu terkapar di tanah yang masih basah akan air mataku dan ibuku...
aku bahkan begitu terhayut bahwa aku takkan bisa membenci ayahku sendiri..



aku bahkan masih menyayanginya sampai saat ini...

ayahku memang bukan seperti ayah yang baik dan sempurna.
tapi...
ayahku adalah tetap ayahku.
dia adalah ayah yang terbaik yang aku punya.

0 komentar: