<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600</id><updated>2012-02-16T05:21:35.239-08:00</updated><category term='teman bintang'/><category term='sayang'/><category term='dejavu'/><category term='be a man'/><category term='regulasi'/><category term='televisi'/><category term='telenovela'/><category term='benci'/><category term='hujan'/><category term='that&apos;s why i hate TV'/><category term='ayah'/><category term='Mahasiswa'/><category term='cinta'/><category term='demokrasi palsu'/><category term='lagu'/><category term='phone'/><category term='status facebook'/><category term='Seringai dan Perisai'/><category term='Vierra'/><category term='buta'/><category term='pemerintah'/><category term='serangkaian kata'/><category term='sakit'/><category term='reality show'/><category term='surat'/><category term='binatang'/><category term='terulang'/><category term='Tentang Perempuan'/><category term='etika media massa'/><category term='Tentang Lingga'/><title type='text'>isi otak si'Ndeso</title><subtitle type='html'>sebuah ruang untuk menumpahkan sejumlah analogi dan cerita yang selalu tersimpan dalam ruang tak terbatas...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-1335321696297007822</id><published>2009-08-15T23:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T23:42:50.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serangkaian kata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>untuk perempuanku...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;apa kabarmu, perempuanku?&lt;br /&gt;kau jauh dari ku.&lt;br /&gt;atau mungkin, kau sengaja menjauhkan dirimu dariku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah mengapa.&lt;br /&gt;aku tak tahu.&lt;br /&gt;karna perempuan kadang sulit untuk ditebak.&lt;br /&gt;karna pria kadang sulit untuk menebak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa kabarmu, perempuanku?&lt;br /&gt;sungguh tak ada rindu untukku?&lt;br /&gt;sungguh tak ada asa untukku lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau terlalu lelap dengan masa lalumu.&lt;br /&gt;kau terlalu merindukan masa lalumu.&lt;br /&gt;kau terlalu meluapkan asa indah atas masa lalumu.&lt;br /&gt;kau berangan-angan: tak rasionalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku di depanmu.&lt;br /&gt;tataplah aku.&lt;br /&gt;jangan kau tatap lagi yang ada di belakangmu!&lt;br /&gt;kau bukan motor atau mobil yang punya kaca spion, sayangku..&lt;br /&gt;kau adalah perempuanku yang terus maju ke depan.&lt;br /&gt;bukan maju ke belakang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku adalah pria-mu.&lt;br /&gt;dan kau adalah perempuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;apa kabarmu, perempuanku?&lt;br /&gt;kau jauh dari ku.&lt;br /&gt;atau mungkin, kau sengaja menjauhkan dirimu dariku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku di depanmu.&lt;br /&gt;tataplah aku.&lt;br /&gt;aku ada untukmu.&lt;br /&gt;bahkan, saat kau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tak mau&lt;/span&gt; jika aku ada untukmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps:&lt;br /&gt;percayalah bahwa kau adalah perempuanku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-1335321696297007822?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/1335321696297007822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/08/untuk-perempuanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1335321696297007822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1335321696297007822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/08/untuk-perempuanku.html' title='untuk perempuanku...'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-7455007100902064425</id><published>2009-08-15T23:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T23:39:49.060-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serangkaian kata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='phone'/><title type='text'>PHONE</title><content type='html'>Aku tergeletak. Hampir sekarat. Entahlah, ragaku mungkin sudah mulai menua.&lt;br /&gt;Sejak ‘hari itu’, aku lebih bisa mengontrol diri.&lt;br /&gt;Aku tidak terlalu disibukkan dengan suara dan pesan yang melintasi tubuhku.&lt;br /&gt;Suara yang sama. Pesan yang berulang. Dan selalu ada cerita yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari pun, aku kembali bisa berisitirahat dengan tenang. Tak ada lagi dia bercerita dengan dia yang lain. Tak perlu lagi tubuhku dialiri listrik sepanjang malam hingga menunggu dia membuka mata dan mencabutinya dari tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu, semua (tampak) kembali tenang.&lt;br /&gt;Tenang di masa tuaku.&lt;br /&gt;Tapi mungkin, tidak seperti yang dia rasakan.&lt;br /&gt;Masih ada dua folder di dalam memoriku. Bahkan, di dalam memorinya pun masih tersimpan berjuta-juta karakter yang nantinya membentuk sebuah cerita: LAMPAU.&lt;br /&gt;Entahlah, mengapa folder itu masih tersimpan padahal ‘hari itu’ pun telah terjadi di beberapa waktu yang lalu. Lebih dari seratus pesan dan lebih dari seratus karakter tersimpan dalam memoriku. Tak dapat kubayangkan jika folder itu hilang sebelum dia menyalinnya di tempat yang lain. Dia pasti semakin tak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malam ini: Aku tergeletak. Hampir sekarat. Entahlah, ragaku mungkin sudah mulai menua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mulai menggenggam tanganku. Perhatiannya tak penuh pada diriku. Dia juga menonton televisi. Semua persis seperti malam-malam sebelumnya. Tapi, bukan seperti malam-malam sebelum ‘hari itu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarinya mulai menari di atas tubuhku yang sudah seperti barang rongsokkan ini. Bukan; dia bukan ingin membalas pesan yang terakhir masuk. Dia cuman ingin memasukki dunia maya sejenak. Mungkin, karena ia sudah bosan dengan dunia nyata-nya. Atau, mungkin hanya di dalam dunia maya sajalah dia dapat merasakan hidup. Sekedar mengetik beberapa karakter untuk status barunya di jejaring sosial. Rangkaian karakter yang sebenarnya untuk memotivasi dirinya juga. Memaksakkan diriku yang sudah menua ini mengikuti dinamika ke-online-an internet dan memaksakkan dirinya sendiri untuk tetap berusaha termotivasi atas kata-katanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malam ini: Malam kesekian di mana dia tak bernafsu membalas setiap pesan yang masuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malam ini: Malam kesekian di mana dia pun tak bernafsu untuk mengetik dan berkirim pesan kepada dia yang lain terlebih dahulu.&lt;/span&gt; Dia lebih senang menunggu dikirimi pesan. Dia lebih senang menunggu waktu yang tepat untuk membalas kembali. Mungkin, setelah ada dua pesan yang menumpuk. Atau, mungkin menunggu lebih banyak lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malam ini: Malam kesekian di mana aku akan bertambah sekarat setiap setelah dia memuaskan dirinya untuk berkeliaran di dalam dunia maya-nya.&lt;/span&gt; Aku semakin melemah dan kembali pula tubuhku dialiri listrik berjam-jam. Panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malam ini: Malam kesekian di mana dia hanya berkirim pesan kepada masa lalunya lewat doa.&lt;/span&gt; Bukan lagi lewat sistem dalam tubuhku. Aku mendengarnya jelas walaupun tak ada sejumlah karakter yang terlintas dalam pandanganku malam ini. Aku mendengar jelas, walau aku sedang sekarat. Sejak ‘hari itu’, sudah terhitung, dia telah mengirimkan berjuta karakter dalam doanya: “Tuhan, semoga dia bahagia besamanya selamanya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malam ini: Malam kesekian di mana aku akan bertambah sekarat.&lt;/span&gt; Aku semakin melemah dan kembali pula tubuhku dialiri listrik berjam-jam. Panas. Tergeletak di sampingnya. Masih mendengarkannya berkirim pesan kepada yang lebih Empunya Segalanya. Berkirim pesan tanpa harus melewati diriku. Malam ini, malam kesekian di mana aku merasakan tetesan air matanya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-7455007100902064425?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/7455007100902064425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/08/phone.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/7455007100902064425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/7455007100902064425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/08/phone.html' title='PHONE'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-8617645963856036106</id><published>2009-07-17T01:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:21:14.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='televisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='regulasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='be a man'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reality show'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etika media massa'/><title type='text'>Be A Man Tetap Berjaya Akibat Lemahnya Regulasi Pemerintah</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmaspur1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmaspur1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmaspur1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-priority:99; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Dalam kehidupan sehari-harinya, manusia tidak pernah lepas dari terpaan media, mulai dari media cetak maupun dari media elektronik, seperti radio, televisi, ataupun internet. Namun, hanya ada sebagian lapisan masyarakat tertentu yang mempunyai kebiasaan membaca koran atau majalah dan memiliki tingkat kesadaran kritis yang cukup terasah (Haryatmoko, 2007:145). Tidak sedikit pula masyarakat yang cenderung menelan begitu saja atas apa yang disampaikan oleh sumber informasi. Apalagi, jika masyarakat Indonesia telah dimanjakan adanya media elektronik yang membuat mereka hanya duduk terlena, yaitu televisi. Padahal, televisi menyajikan informasi atau tayangan yang telah termediasi, misalnya akibat proses penyuntingan gambar. Audience tidak diberikan informasi atau tayangan secara utuh, namun hanya disuguhkan sebagian dan yang telah terpilih. Oleh karena itu, jelas bahwa terdapat satu tujuan yang ingin dibentuk, yaitu ingin mengkonstruksikan pesan tertentu kepada para audience (Silverstone, 1994:135).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Pada dasarnya, media merupakan &lt;i style=""&gt;channel&lt;/i&gt; yang dapat membantu manusia untuk mendapatkan informasi. Namun, tanpa kita sadari bahwa informasi ternyata selalu sudah merupakan interpretasi (Haryatmoko, 2007:146). Informasi yang kita peroleh dari media sebenarnya telah diinterpretasikan oleh komunikator terlebih dahulu sebelum pesan tersebut sampai kepada kita. Oleh karena itu, informasi tidak pernah netral. Bahkan, dapat mempengaruhi dalam pembentukkan opini seseorang. Dengan demikian, informasi terbentuk adanya kebebasan berekspresi dari individu terhadap suatu realita yang dia amati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Melihat bahwa informasi adalah bentuk dari interpretasi seseorang, maka perlu adanya regulasi yang mengatur dari pihak yang memegang kekuasaan mutlak, dalam hal ini khususnya adalah Pemerintah. Oleh karena itu, regulasi media dirasa cukup penting agar informasi yang diberikan kepada masyarakat bukanlah informasi yang hasil dari interpretasi informan melainkan informasi yang berdasarkan realitas yang dihadapi. Dengan begitu, masyarakat tidak merasa dirugikan atau bahkan menimbulkan propaganda. Walaupun dalam prakteknya, regulasi media seringkali mengalami masalah yang menimbulkan dilema.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Keterkaitannya dengan regulasi media, akan dibahas pula mengenai beberapa alasan mengapa regulasi media juga merupakan hal yang penting, dilema dari adanya regulasi media, dan juga mengenai kasus tayangan Be A Man akibat lemahnya regulasi pemerintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Regulasi media tidak jarang dianggap sebagai suatu aturan yang bersifat membatasi, adanya kontrol penuh, bahkan dianggap sebagai penghalang atas kebebasan berekspresi. Namun, harus diakui bahwa regulasi media sangat diperlukan dalam situasi tertentu. Berikut terdapat tiga alasan pentingnya regulasi media (&lt;i style=""&gt;Ibid.&lt;/i&gt;, 148). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Yang pertama adalah regulasi media membantu &lt;i style=""&gt;audience&lt;/i&gt; mendapatkan informasi sesuai dengan tuntutan kualitas tertentu. Satu &lt;i style=""&gt;point&lt;/i&gt; nilai umum yang terdapat dalam etika dalam media komunikasi di berbagai profesi (Jurnalistik, Periklanan, dan Public Relations) adalah mengenai kebenaran. Jurnalis sendiri sebaiknya jujur, adil, dan bijaksana dalam mengumpulkan, melaporkan, dan menginterpretasikan suatu informasi (Day, 2006:455). Dengan demikian, bentuk regulasi ini sebenarnya justru melidungi kepentingan &lt;i style=""&gt;audience&lt;/i&gt; dan membantu untuk menjaga kredibilitas media sendiri sebagai sumber informasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Yang kedua adalah regulasi mempunyai sisi di mana menjaga aturan pasar agar tidak terciptanya monopoli atau bahkan komersialisasi media. Namun di sisi lain, regulasi media juga ingin menjawab kelangkaan informasi yang mendidik atau yang diperlukan publik. Sayangnya, program tersebut cenderung tidak mempunyai nilai jual tinggi akibatnya tidak ada media yang tertarik untuk memproduksinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Sedangkan yang ketiga, regulasi bukanlah sebagai sarana dari kaum mayoritas untuk mendominasi kaum minoritas. Regulasi justru tetap dapat menjunjung tinggi nilai kebebasan berekspresi setiap individu. Regulasi bahkan dapat memaksa mayoritas untuk tetap mau membuka diri terhadap kritik atas penyimpangan yang telah dilakukan. Hal tersebut dilakukan demi mewujudkan prinsip pluralitas di Indonesia, di mana adanya sikap menghargai kesamaan individu dan memungkinkan partisipasi yang sama dalam proses demokrasi (Haryatmoko, 2007:149).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Regulasi media dalam konteks ini memang diposisikan sebagi suatu prosedur yang dibuat oleh pemerintah demi tujuan yang baik, bukan sebagi suatu batasan yang dapat menganggu hak individu. Namun pada prakteknya, regulasi media sendiri mempunyai masalah yang menyebabkan adanya dilema. Di satu sisi, regulasi mengatur media untuk berada dalam prosedur yang telah ditentukan oleh segala produk hukum, misalnya melalui Undang-Undang Penyiaran, Kode Etik Jurnalistik, Kode Etik Periklanan, dan lain sebagainya. Namun di sisi lain, media pun inginmemperjuangkan apa yang telah mereka lakukan atas nama hak yang mereka miliki, yaitu kebebasan berekspresi (berpikir maupun berpendapat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Kebebasan berkespresi memang merupakan hak setiap individu. Di dalam UUD 1945 pasal 28 pun mengatakan bahwa setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapat. Terdapat salah satu alasan mengapa kebebasan berpikir dan mengungkapakan pendapat dianggap berniali dan layak dilindungi, yaitu karena dapat mengembangkan pengetahuan menuju kebenaran. Kebenaran dan pengetahuan amat dihargai. Bahkan, kebenaran akan selalu mengalahkan kekeliruan dalam perjuangan yang adil (John Milton dan J.S. Mill dalam Teichman, 1998:154).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Secara nyata, dilema regulasi media muncul pada kasus mengenai tayangan reality show Be A Man yang ditayangkan oleh Global TV. Tayangan yang menjadi program acara unggulan tersebut menyajikan bagaimana kaum waria “dikembalikan” menjadi seorang pria dengan segala kegiatan &lt;i style=""&gt;outdoor&lt;/i&gt; yang membentuk mental dan fisik mereka seperti pria pada umumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Namun ternyata, ada aksi protes dari komunitas warianya sendiri terhadap tayangan tersebut. Dalam &lt;i style=""&gt;&lt;a href="http://www.swaranusa.net/"&gt;http://www.swaranusa.net&lt;/a&gt;,&lt;/i&gt; diberitakan bahwa Sonya, perwakilan dari Komunitas Waria di Yogyakarta, mengajukan keberatan atas tayangan Be A Man melalui Komisi Penyiaran Indonesia daerah (KPID) Yogyakarta sejak program acara tersebut ditayangkan pertama kali di salah satu stasiun televisi ternama itu. Anggota KPID Yogyakarta Bidang Isi Penyiaran sendiri mengakui bahwa memang sudah banyak pengaduan yang masuk ke KPID, pengaduan mengenai adanya unsur diskriminasi dan dapat menimbulkan kesan agresif pada waria. Surat protes tersebut pun telah dikirimkan ke KIP Pusat namun sampai saat ini belum ada perkembangan. Bahkan, tayangan Be A Man pun telah hadir dalam Season 2. Ironisnya lagi, sang produser program telah menyiapkan Season 3 di tahun depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Tayangan Be A Man dirasa telah mengekploitasi kaum waria dan dapat membentuk opini publik yang buruk terhadap kaum waria itu sendiri. Program acara tersebut justru memberikan penilaian bahwa adanya hal yang baik dan buruk. Kaum waria dianggap sesuatu yang buruk, tidak normal, dan menyimpang. Oleh karena itu, acara tersebut ingin membuat mereka menjadi “normal” agar bisa diterima di masyarakat. Hal tersebut jelas menunjukkan adanya diskriminasi terhadap kaum waria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Dada, produser program tersebut mengatakan bahwa acara tersebut dijadikan sebagai batu loncatan di dunia entertainment. Namun, penulis merasa bahwa dengan demikian kaum waria justru dijadikan sebagai komoditi hiburan semata. Tingkah laku, nama unik dari peserta, serta ekspresi emosi mereka memang ditujukan untuk hiburan &lt;i style=""&gt;audience&lt;/i&gt; dan untuk meningkatkan rating program.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Tim produksi program acara tersebut berdalih bahwa ini adalah hasil karya bagaimana mereka mempunyai kebebasan berekspresi. Akan tetapi, penulis merasa bahwa tayangan tersebut menyimpang dari prosedur regulasi, di mana adanya kekerasa simbolik di dalamnya. Kekerasan simbolik merupakan kekerasan yang berlangsung dengan persetujuan tanpa terungkap dari korbannya, tetapi juga tanpa disadari oleh pelakunya (Haryatmoko, 2007:155). Tindakan eksploitasi dan diskriminasi itulah tergolong dalam kekerasan simbolik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Ketika alasan kebebasan berekspresi menjadi tameng aksi protes, maka penulis akan melihat kembali penjelasan sebelumnya mengenai mengapa kebebasan berekspresi penting untuk dilindungi. Kebebasan berekspresi ditujukan untuk mengembangkan pengetahuan menuju kebenaran dan kebenaran akan selalu mengalahkan kekeliruan dalam perjuangan yang adil (John Milton dan J.S. Mill dalam Teichman, 1998:154). Namun, kita perlu menggunakan sifat kritis untuk mengartikan sebuah keadilan yang ingin dicapai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Walzer merumuskan dua rumusan mengenai prinsip keadilan (Walzer dalam Haryatmoko, 2007:167). Yang pertama, dominasi adalah salah. Dan yang kedua, pribadi dan komunitas harus selalu dihormati. Ketidakhirauan KPI Pusat terhadap aksi protes dari komunitas waria sendiri menunjukkan adanya indikasi pihak yang mendominasi dan terdominasi. Keadilan juga berarti bahwa suara dari komunitas yang menyerukan protes juga dihargai sebagai suara dari warga Negara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Sebenarnya, etika sendiri mempunyai peranan penting dalam mendukung prinsip keadilan, yaitu membongkar hubungan kekuasaan yang disembunyikan melalui media (&lt;i style=""&gt;Ibid.&lt;/i&gt;). Tampaknya, ada kecenderungan bahwa adanya praktik politik anatra pihak media dan lembaga KPI Pusat sendiri. Ada kemungkinan bahwa di dalam lembaga pemerintah tersebut telah “dimasukki” oleh orang media sehingga seberapa besar aksi protes yang disuarakan oleh masyarakat, media tersebut dapat tetap berada di posisi aman. Praktik politik seperti itulah yang perlu kita bongkar agar tidak semakin merusak masyarakat. Suara komunitas waria tersebut pun mempunyai hak yang sama untuk bersuara mengeluarkan pendapat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:85%;" &gt;Dengan demikian, keberlanjutan tayangan program acara Be A Man menandakan bagaimana dilemanya regulasi media yang menyebabkan hingga regulasi tersebut menjadi lemah, khususnya dari tidak pekanya institusi pemegang regulasi, khususnya Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, terhadap suara kaum komunitas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Daftar Pustaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;Day, Louis Alvin. 2006. &lt;i style=""&gt;Ethics in Media Communications Cases and Controversies&lt;/i&gt;, 5&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; ed. Belmont, CA: Thomson Wardsworth.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;Haryatmoko. 2007. &lt;i style=""&gt;Etika Komunikasi: Manipulasi Media, Kekerasan, dan Pornografi&lt;/i&gt;. Yogyakarta: Kanisius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;Silverstone, Roger. 1994. &lt;i style=""&gt;Television and Everyday Life&lt;/i&gt;. London: TJ Press Ltd.&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;Teichman, Jenny. 1998. &lt;i style=""&gt;Etika Sosial&lt;/i&gt;. Yogyakarta: Kanisius.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;Eshra, “&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN"&gt;Be A Man Tetap Tayang, KPI Dituduh Mandul&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;" &gt;” &lt;&lt;a href="http://www.swaranusa.net/?lang=id&amp;amp;rid=62&amp;amp;id=112"&gt;http://www.swaranusa.net/?lang=id&amp;amp;rid=62&amp;amp;id=112&lt;/a&gt;&gt;, diakses pada tanggal 28 Mei 2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-8617645963856036106?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/8617645963856036106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/07/be-man-tetap-berjaya-akibat-lemahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/8617645963856036106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/8617645963856036106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/07/be-man-tetap-berjaya-akibat-lemahnya.html' title='Be A Man Tetap Berjaya Akibat Lemahnya Regulasi Pemerintah'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-7606562223514527742</id><published>2009-06-24T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T00:59:23.349-07:00</updated><title type='text'>isi otak si'Ndeso: “Ajari aku agar aku tak mendua…”</title><content type='html'>&lt;a href="http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/ajari-aku-agar-aku-tak-mendua.html#comments"&gt;isi otak si'Ndeso: “Ajari aku agar aku tak mendua…”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika itu diucapkan, mendua itu pun takkan pernah ada lagi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-7606562223514527742?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/ajari-aku-agar-aku-tak-mendua.html#comments' title='isi otak si&apos;Ndeso: “Ajari aku agar aku tak mendua…”'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/7606562223514527742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/isi-otak-sindeso-ajari-aku-agar-aku-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/7606562223514527742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/7606562223514527742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/isi-otak-sindeso-ajari-aku-agar-aku-tak.html' title='isi otak si&apos;Ndeso: “Ajari aku agar aku tak mendua…”'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-1216537173475970661</id><published>2009-06-23T02:19:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T02:19:42.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serangkaian kata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vierra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu'/><title type='text'>THANKS TO VIERRA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Siapa, sih yang sekarang gak kenal Band ABG yang bernama Vierra ini? Keluar dengan single perdana DENGARKAN CURHATKU mereka ini dengan mudah mereka menggaet anak-anak remaja, bahkan yang seumuran gue pun jadi ikut-ikutan demam Vierra. Dan ternyata, gue harus berterimakasih kepada mereka, khususnya untuk salah stau mereka, “RASA INI”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ku tak percaya kau ada di sini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Menemaniku, di saat dia pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sungguh bahagia, kau ada di sini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Menghapus semua sakit yang ku rasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mungkinkah kau merasakan semua yang kupasrahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tenanglah kasih…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ku suka dirinya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mungkin aku sayang…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Namun, apakah mungkin kau menjadi milikku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kau pernah menjadi, menjadi miliknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Namun, salahkah aku bila kupendam rasa ini…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gue juga gak pernah menyangka kalo lagu itu bakal membawa gue kepada sebuah kenyataan perasaan. Dia pun begitu. Pada awalnya, gue hanya menuliskan sepenggalan lirik dari lagu itu saat gue mengirimkan pesan singkat kepada dia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kau pernah menjadi, menjadi miliknya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dia pun membalas, mengetik lirik lanjutannya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ku suka dirinya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mungkin aku sayang…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gue: &lt;b style=""&gt;“ngapain kamu ikut-ikutan nyanyi?”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dia: &lt;b style=""&gt;“lagunya keren, kok…”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gue: &lt;b style=""&gt;“sebenarnya biasanya aja. Cuman, PAS ajah… Itu siii, buat aku. Gak tau, deh kalau buat kamu…”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dia: &lt;b style=""&gt;“Mungkin itu juga pas buat aku… Mungkin juga aku lagi suka ma seseorang, mungkin juga aku lagi sayang sama seseorang…”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gue: &lt;b style=""&gt;“Iya, to? Siapa? Kok, gak pernah cerita to?”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dia: &lt;b style=""&gt;“kamu kenal, kok siapa orangnya…”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gue: &lt;b style=""&gt;“aku kenal? Teman kampus? Kasih tau, laaahhh…”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dia: &lt;b style=""&gt;“… kalo kamu siapa?”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gue: &lt;b style=""&gt;“.. kamu dulu, laaahh… Kan, aku yang tanya duluan…”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dia: &lt;b style=""&gt;“.. Hmmm… mungkin itu &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 115%;"&gt;kamu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;…”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gue: &lt;b style=""&gt;“….”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dia: &lt;b style=""&gt;“kalo kamu siapa? Pasti bukan aku… hehehee…”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Gue: &lt;b style=""&gt;“… aku emang ngerasa nyaman sama orang itu. Tapi, aku belum bisa bilang kalo aku sayang ma dia atau nggak… Dan orang itu… kamu…”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dia dan gue: &lt;b style=""&gt;“…..”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Well, itu buktinya bahwa &lt;i style=""&gt;life is unpredictable&lt;/i&gt;. Semuanya terungkap tanpa kita tahu bagaimana cara dan jalannya. Semua scenario dalam hidup pun telah dibuat sedemikian rupa sehingga semua mengalir begitu adanya. Kami berdua pun bukan fans berat Vierra. Kami berdua juga takkan pernah berharap bahwa hari itu, 30 Mei 2009, bisa mengungkapkan segalanya. Dia memang jujur bahwa ia berniat untuk ungkapkan segalanya namun dia sendiri tak tahu harus apa yang dia lakukan terlebih dahulu untuk memulainya. Namun, ternyata dunia berkehendak lain. Dunia memberikan jalan untuk sebuah kenyataan yang memang sebenarnya ingin diungkapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Terimakasih, dunia…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Terimakasih, Vierra…&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-1216537173475970661?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/1216537173475970661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/thanks-to-vierra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1216537173475970661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1216537173475970661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/thanks-to-vierra.html' title='THANKS TO VIERRA'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-1626220226589930589</id><published>2009-06-23T02:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T02:05:45.280-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serangkaian kata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>“Ajari aku agar aku tak mendua…”</title><content type='html'>&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Belum genap dua bulan mantan kekasihku menikah dengan perempuan yang terindah. Masih teringat jelas segala kenangan yang begitu menyakitkan. Hubungan yang berakhir tanpa kata putus. Terpisah karna waktu dan keadaan. Keadaan di mana dia harus menjalani hidup baru, menjalankan kewajibannya. masih jelas, dua puluh delapan hari sebelum kami merayakan satu tahunnya kami jalan bersama, aku harus melupakan semuanya. Takkan ada waktu lagi aku jalan bersamanya. Takkan ada tempat lagi yang bisa kami tuju. Hapus sudah semua mimpi tentang tempat-tempat terindah. Semua lenyap dan memang harus dilenyapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ada yang hadir dalam hidupku. Ada yang baru dalam hidupku, namun aku pun tak bisa membohongi diri sendiri dan dia yang baru. Aku masih punya cerita lama yang belum bisa murni hilang dalam ingatan. Masih aku menangis karena sakitnya luka lama. Masih aku menangis karena memori indah atas waktu yang lampau. Dan aku pun tak mau melampiaskannya kepadamu, kekasihku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Aku tau bahwa kamu adalah laki-laki baik yang mampu berjuang demi aku. Kamu mampu menemani aku sampai kapanpun. Kamu mampu berjalan bersamaku hingga aku mengucapkan kata sayang kepadamu… Aku mungkin akan merindukanmu jika kamu pegi meninggalkanku sejenak. Tapi, maaf… aku menduakan perasaanku: sayangku ada untukmu dan masih juga untuknya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Aku tahu kamu begitu percaya padaku. Oleh karena itu, percayalah bahwa kamu bisa membuatku belajar untuk tidak mendua. Ajari aku agar aku bisa menyimpan penuh cerita lalu agar aku punya waktu banyak menikmati cerita yang baru bersamamu. Ajari aku, bukan untuk melupakan… tapi untuk menyimpannya rapat-rapat. Bukan untuk menggantikan, tapi untuk menyadari bahwa saat ini hanya ada kamu untukku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-1626220226589930589?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/1626220226589930589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/ajari-aku-agar-aku-tak-mendua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1626220226589930589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1626220226589930589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/ajari-aku-agar-aku-tak-mendua.html' title='“Ajari aku agar aku tak mendua…”'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-7428598373919586318</id><published>2009-06-23T01:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T01:53:14.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demokrasi palsu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serangkaian kata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa'/><title type='text'>Mahasiswa dan Demokrasi Palsu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Entahlah, mungkin gue jadi orang yang munafik dalam hal ini. Tapi, gue bener-bener gak nyangka aja kalo mahasiswa pun tak kalah cerdik sama seperti pejabat-pejabat politik di atas sanah. Mahasiswa, sesorang yang mempunyai tingkat pendidikan yang paling tinggi, yang sering gue lihat di televisi menjadi sosok yang pandai berorasi, memperjuangkan rakyat, menghujat para politikus yang pandai mengatur segalanya demi kesejahteraan golongannya. Itulah sosok mahasiswa perjuangan yang tampil dalam kotak hitam itu. sungguh mulia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Namun, ternyata itu memang bukan untuk menggeneralisasikan sosok mahasiswa. Gue hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala ketika gue tau begitu banyak sandiwara yang terjadi dalam suatu kepengurusan sebuah panitia di kampus gue.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ironis. Dan gue pun berdecak kagum. Orang-orang yang gue anggap mempunyai pemikiran yang sportif pun ternyata ikut andil dalam sandiwara berencana itu. dan, salah satu dari mereka pun mengakui bahwa memang kesemuanya telah direncanakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Yang pertama, dalam pembentukkan panitia, ternyata mereka-mereka yang mempunyai jabatan yang lebih tinggi pun telah menentukan pilihan siapakah yang akan menjadi ketua dari kepengurusan itu. Dan pada saat hari pembentukkan ketua, seolah-olah terjadi lah peristiwa yang demokratis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Siapa yang mengajukan diri untuk menjadi ketua?”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; teriak pejabat tertinggi itu dengan suara lantang bak pahlawan demokrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hingga, munculah sesosok laki-laki dengan penuh percaya diri maju ke depan. Sosok yang membuatku terkejut bahwa dia begitu percaya diri. aku pun baru tahu bahwa sosok itu memang telah diberi mandate untuk maju sebagai calon ketua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Selang beberapa menit, tidak ada calon lain yang mampu maju ke depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“hayooo… siapa lagi, nih?? Mana calon yang lain??”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; sang pejabat tinggi ini mencari boneka-boneka penghibur rupanya. Boneka-boneka yang hanya sebagai penyemarak proses pemilihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Beberapa oknum yang mengetahui sandiwara klise itu pun menyerukan beberapa nama yunior lainnya. Mereka seolah-olah mempunyai rekomendasi yang sanggup melawan sosok yang telah maju terlebih dahulu itu. suara teriakan mereka pun membuahkan dua calon lagi. Dan keduanya adalah para yunior. Jika dibandingkan dengan sosok yang terlebih dahulu maju, jelas… dua lainnya jauh jauh pengalamannya… Kasihan mereka, hanya dijadikan boneka pemanis dan peramai demokrasi palsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dalam proses pemilihan ketua melalui voting, jelas sekali membuat dua orang itu merasa dipermalukan. Sangat. untuk calon kedua dan ketiga hanya memperoleh suara tak lebih dari lima suara. Sedangkan, sosok laki-laki yang terlebih dahulu maju itu jauh melesat dengan delapan puluhan suara. Hah! Mana suara-suara yang meneriakkan nama kedua calon itu?? Mereka bukan mengagung-agungkan kedua calon itu. Mereka bukan maksud mempercayai kedua calon itu sehingga direkomenadasikan untuk maju sebagai calon ketua. Mereka malah menjerumuskan kedua calon itu ke dalam panggung sandiwara yang menelanjangi kedua calon itu. Mereka menjadikan kedua calon itu sebagai penyemarak demokrasi palsu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sungguh, itu semua tak jauh beda dengan apa yang terjadi pada dunia pejabat tinggi di atas sanah. Mahasiswa, mereka yang menghujat atas kebohongan publik itu. Mahasiswa, mereka yang mengecam habis-habisan segala pelaku demokrasi palsu. Tapi sekarang, mahasiswa sendiri lah yang melakukannya itu atas nama demokrasi juga… &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-7428598373919586318?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/7428598373919586318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/mahasiswa-dan-demokrasi-palsu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/7428598373919586318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/7428598373919586318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/mahasiswa-dan-demokrasi-palsu.html' title='Mahasiswa dan Demokrasi Palsu'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-9041547211719296355</id><published>2009-06-18T01:32:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T01:36:30.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Lingga'/><title type='text'>Ada yang tahu, ga sih bahwa ini bener-bener sakit??</title><content type='html'>Nama gue Lingga. Usia gue, anggap ajah umur 22 tahun. Saat ini, gue bener-bener butuh tamparan. Kenapa? Karena, gue bener-bener pengen kembali tersadar dan life must go on. It’s all about love! Actually, gue sangat anti buat ngomongin sama hal-hal yang berbau cinta. Dan sekarang, mungkin gue kualat sama yang namanya cinta. My love totally disappears. Because what?? Karena orang yang gue sayangi bakal hidup berdampingan dengan orang lain. He will get married!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu bernama Petra. Dia pria yang biasa ajah menurut gue. jauh gantengnya sama pacara-pacar temen gue yang tergolong annak distro, anak kuliahan, dan anak gaol lainnya. Yang jelas, sejak 5 bulan pedekate gue tahu bahwa dia menularkan ke gue apa itu makna hidup: berjuang dan jangan pernah menyerah. Gue pikir, that’s the point yang gak dipunya ma anak-anak ABG lainnya. Well hingga akhirnya, gue dan Petra pun udah kenal dekat selama kurang lebih 1 tahun 8 bulan. Dan itu, backstreet! Gimana gak mantap perjuangan gue dan dia?? Apalagi, ketika gue dan dia tahu bahwa kita berdua punya prinsip yang beda. Prinsip yang takkan pernah bisa menjadi sama atau bahkan dipaksa untuk menjadi sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, gue penasaran ajah. Apakah ada temen-temen gue yang bisa ngerasain apa yang gue rasain? Mereka yang putus dari pacarnya ajah udah termehek-mehek. Gimana kalo ditinggal merit? Gue pikir, masalah yang gue hadapi bukanlah masalah yang UMUM dihadapi anak seumuran gue. gue nyadar kalo anak seumuran gue tuh hidupnya dibawa have fun ajah. Gag sah dipikirin berat-berat.. yang penting, enjoy your life.. Tapi, sayangnya… gue gak bisa kayak begitu. Terserah, lah temen-temen gue menganggap gue sebagai alien. Tapi, it’s the real me! I’m the thinker! Hal ini cukup berat gue lalui karena apa? Karena gue putus ma Petra tepat satu tahun jadiannya kita. Then, he tells everything kalo dia bakal ngelamar perempuan yang bakal dia nikahi. Tapi, gak dapat dipungkiri, kami berdua putus karena terpaksa dan tanggungjawab. Even, seminggu sebelum dia merit pun kita masih mengutarakan bahwa masih ada rasa yang dulu pernah kami rasain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, semua harus diakhiri! Everything is over. Takkan ada lagi pengungkapan diri yang justru malah merusak segalanya. Sama seperti layaknya ada tembok di depan mulut kita. Biarkan apa yang nanti terucap biarlah memantul kembali kea rah kita. Jangan sampai kata itu tersampaikan. Dan tentu ajah, kita siap-siap untuk men-defrag ingatan kita kembali tentang semua. Mari kita mengkotak-kotakkan folder ingatan kita agar yang lalu hanya aka nada di dalam kotak yang paling belakang hingga nanti menjadi fosil. Disimpan, bukan berarti dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setidaknya, gue bersyukur jika gak ada temen-temen (seumuran) gue satu pun di luar sanah merasaakn apa yang gue rasakan. Kasihan mereka. Mereka masih terlena dengan cinta-cintanya di luar sanah. Mereka masih menikmati how wonderful life with their loves. And even, they don’t know about what is next that will happen with their loves… they don’t care coz they just let their loves go with the flow…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nobody knows that it hurts me&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat orang-orang di luar sanah yang bisa merasakan apa yang gue rasain, thanks banget. I’ll try to keep smile and continue my journey. I have a long journey to get a better life. So, just smile for my unpredictable life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bless you all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Petra:&lt;br /&gt;"semoga bahagia... hope that someday we will meet with another story..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-9041547211719296355?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/9041547211719296355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/ada-yang-tahu-ga-sih-bahwa-ini-bener.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/9041547211719296355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/9041547211719296355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/ada-yang-tahu-ga-sih-bahwa-ini-bener.html' title='Ada yang tahu, ga sih bahwa ini bener-bener sakit??'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-8616983894192274923</id><published>2009-06-18T01:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T01:31:46.325-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='binatang'/><title type='text'>“... dan akulah si pecinta binatang…”</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Nama gue Angel, 22 tahun. Nama gue gak semurni kelakukan gue. Gue emang suka ngelakuin ML sama pasangan gue. Gue bukan orang yang munafik. Gue emang lebih seneng kalo tiap gue pacaran, gue selalu bercinta sama pasangan gue. Dan sejak gue SMA, semua berjalan dengan baik-baik aja. Namun, dunia berkata lain. Setelah pacaran hampir selama satu setengah tahun dengan seorang cowok yang berumur 2 tahun lebih tua dari gue… gue ketauan hamil! Dan, cowok gue itu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BAJINGAN&lt;/span&gt;!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Mungkin kalian udah negrasa bosen sama yang namanya cerita free sex atau apapun itu sebangsanya. Tapi, ini bener-bener gue alami dan ini nyata buat gue. Ini bukanlah cerita bualan dan klise. Sekali lagi, ini nyata.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Gue pikir, cowok gue bakal tanggungjawab ma janin gue yang udh dimasukkin oleh spermanya itu! Gue pikir, dia bakal (setidaknya) peduli ketika gue harus check-up kesehatan janin di klinik. Gue sendiri gak kebayang gimana gue harus punya mental baja ketika pasien seumuran gue masuk ke ruang USG. Barapa pasang mata yang menelanjangi gue dari ujung kepala ampe ujung kaki gue. Belum lagi sebagian dari mereka menambahkan gesture sambil berbisik dengan teman sebelahnya. Mereka dengan konstruksi dan stigma mereka jelas-jelas mengahikimi gue: “cewek yang hamil di luar nikah!” TAIK!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Gue pikir, dia bakal mendukung gue untuk tetap survive dan bijak. Gue udah rela meninggalkan kuliah gue, dan bahkan kerja sampingan gue demi ngerawat janin ini. Tapi dia??  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Ternyata, dia tak lebih daripada binatang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dia justru berteriak: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Ini aib!! Apa buktinya kalau ini anak gue??”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Tapi, gue hanya berdiam diri. Gue tak pernah menyebut janin ini adalah aib. Ini adalah anugerah dari Sang Kuasa, hanya saja anugerah ini datang dengan cara yang lain…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dia justru berteriak: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Taik! Gugurkan saja anak itu!! Gue belum siap, lah kalo jadi bapak!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Gue pun hanya membalasnya dengan kebisuan. Gue takkan pernah mau mengugurkan janin ini. Menghadirkan janin ini saja sudah membuat gue diselimuti dosa, apalagi jika gue harus membunuhnya dari dunia ini…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Namun, dia berhenti berteriak dan pergi meninggalkanku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Dan, seandainya kalian tau bagaimana perasaanku ketika aku tau: dia justru bercinta dengan wanita lain…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Melepaskan kepenatannnya dengan diriku yang sedang bunting.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Melampiaskan nafsu binatangnya kepada wanita yang tak jauh beda sama kotornya dengan aku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Hufh..&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Jelas, dadaku sesak tak tertahankan. Masih jelas bukti pembuahan kami berdua berada di dalam tubuhku. Sudah tak tahu berapa ratus liter air mata yang mengalir tanpa henti. Muak, aku dengan binatang itu!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Tapi, entah mengapa…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Aku masih begitu mencintainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Aku mengerti bagaimana ia mencampakkan diriku.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Aku mengerti bagaimana ia tak mengakui sedikitpun bahwa aku mengandung darah dagingnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Tapi, entah mengapa…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Aku masih merindukan kasih sayangnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Aku masih merindukan sentuhan lembutnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Aku masih menginginkan kata-kata cintanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Mungkin aku sudah gila.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Aku sudah dibutakan oleh cinta.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Buta dan menjadi kebal atas semua rasa sakit yang telah dia berikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;Buta dan menjadi hilang arah ketika aku ingin lari dari dekapan binatangnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Aku buta hingga tak sadar aku lah si pecinta binatang!!&lt;/span&gt;"&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-8616983894192274923?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/8616983894192274923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/dan-akulah-si-pecinta-binatang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/8616983894192274923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/8616983894192274923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/dan-akulah-si-pecinta-binatang.html' title='“... dan akulah si pecinta binatang…”'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-6165117788491637757</id><published>2009-06-18T01:21:00.001-07:00</published><updated>2009-06-18T01:24:28.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ayah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='benci'/><title type='text'>aku (tak bisa) benci ayahku...</title><content type='html'>namaku Risha, gadis yang baru berumur 13 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata orang, anak laki-laki itu akrab dengan ibunya.&lt;br /&gt;anak perempuan, akrab dengan ayahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat aku, aku gak pernah bisa akrab dengan ayahku.&lt;br /&gt;padahal, kata mamaku... ayahku yang mengharapkan anak perempuan lahir dalam rahim ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku benci ayahku.&lt;br /&gt;terlalu banyak hal yang membuat aku trauma waktu 7 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih teringat lolongan api yang keluar dari mulut ayahku.&lt;br /&gt;kupingku panas.&lt;br /&gt;dadaku sesak.&lt;br /&gt;ingin berteriak, namun tiba-tiba mulutku kaku.&lt;br /&gt;sebelum aku berhasil membuka liang mulutku pun kupingku sudah disemprot dengan sembuaran api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih teringat jelas potongan penggaris plastik 40 cm melayang di depan mataku.&lt;br /&gt;tulang kering di betisku pun bergesekkan dengan penggaris milik kakakku itu.&lt;br /&gt;sakit.&lt;br /&gt;hingga aku menangis kencang ketika aku tahu bahwa ada darahku yang ikut mengalir pada pinggiran penggaris itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih teringat jelas kibasan tangan sang ayah melayang di pipi kiriku.&lt;br /&gt;masih teringat jelas hanya aku yang selalu dipersalahkan walaupun aku sudah merasa benar atas diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku benci.&lt;br /&gt;dan aku tahu bahwa aku salah jika membenci ayahku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata orang, beliau justru terlalu sayang padaku.&lt;br /&gt;tapi?&lt;br /&gt;apakah seperti itu rasa sayangnya kepadaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan semburan apinya di telingaku?&lt;br /&gt;dengan kibasan tangannya di pipiku?&lt;br /&gt;dengan hempasan penggaris plastik 40cm di tulang keringku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan itu semuakah tanda kasih sayangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa dia melakukannya padaku?&lt;br /&gt;katanya dia mengharapkanku untuklahir ke dunia ini??&lt;br /&gt;hanya karna aku perempuan, dia harapkan aku lahir...&lt;br /&gt;atau karna dia ingin aku lahir untuk melampiaskan semua kobaran apinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;kata orang, anak laki-laki itu akrab dengan ibunya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;anak perempuan, akrab dengan ayahnya...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bahagia jika kamu semua merasakannya...&lt;br /&gt;anak laki-laki maupun perempuan akrab dengan ayah-ibunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku benci ayahku,&lt;br /&gt;tapi ketika dia sakit...&lt;br /&gt;aku begitu menangisinya...&lt;br /&gt;tapi ketika dia lemah,&lt;br /&gt;aku begitu menyemangatinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ketika dia pergi meninggalkan aku di dunia ini untuk selama-lamanya...&lt;br /&gt;aku bahkan begitu terkapar di tanah yang masih basah akan air mataku dan ibuku...&lt;br /&gt;aku bahkan begitu terhayut bahwa aku takkan bisa membenci ayahku sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bahkan masih menyayanginya sampai saat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayahku memang bukan seperti ayah yang baik dan sempurna.&lt;br /&gt;tapi...&lt;br /&gt;ayahku adalah tetap ayahku.&lt;br /&gt;dia adalah ayah yang terbaik yang aku punya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-6165117788491637757?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/6165117788491637757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/aku-tak-bisa-benci-ayahku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/6165117788491637757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/6165117788491637757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/aku-tak-bisa-benci-ayahku.html' title='aku (tak bisa) benci ayahku...'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-2480000595382618848</id><published>2009-06-18T01:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T01:23:36.799-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Lingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hujan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seringai dan Perisai'/><title type='text'>menghitung bintang pun tak mampu...</title><content type='html'>Hujan.&lt;br /&gt;malam kemarin hujan lebat.&lt;br /&gt;dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga lelah dengan aktivitas siangnya.&lt;br /&gt;ia hanya terkapar mriip mayat bandeng yang tergeletak di kasur lamanya.&lt;br /&gt;ia capek.&lt;br /&gt;belum makan dari siang kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan langkah gemetar, ia beranjak ke daun jendela kamarnya.&lt;br /&gt;menahan dingin, menatap ke langit hitam di depan bola matanya yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"satu..."&lt;br /&gt;"dua..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh,&lt;br /&gt;itu pesawat.."&lt;br /&gt;"salah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"satu..&lt;br /&gt;mmmmmm...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mana lagi, ya?"&lt;br /&gt;"....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa menit kemudian, ia menyerah.&lt;br /&gt;ternyata benar, jika awan malam sepi bintang, itu tandanya mendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hanya satu bintang yang bertahan di lautan awan hitam di sanah.&lt;br /&gt;Mungkinkah ia menggigil sendiri sama seperti Lingga?&lt;br /&gt;Mungkinkah itu sang seringai yang perlahan-lahan dibiarkan menerangi malamnya sendiri??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar, tidak ada bintang yang lain selain seringai??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seandainya Lingga mampu menghampiri seringai, maka ia akan merelakan selimut kesayangannya untuk Seringai. Lingga tak ingin melihat Seringai mati kedinginan dan jatuh ke bumi... hingga takkkan ada seringai yang lain yang akan menemani malam-malam berikutnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"satu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmmm.. satu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mana lagi, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata Lingga perih.&lt;br /&gt;melototi langit nan jauh di depan matanya.&lt;br /&gt;menghitung bintang, namun tak mampu.&lt;br /&gt;tampaknya, memang tak ada bintang yang lain selain seringai.&lt;br /&gt;ia terlalu lelah untuk menghitung bintang...&lt;br /&gt;yang jelas...&lt;br /&gt;yang ia tahu...&lt;br /&gt;yang ia yakin..&lt;br /&gt;hanya seringai yang menemani malam kemarin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa perisai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin malam semakin merasuki tubuh ringkih Lingga.&lt;br /&gt;Perlahan Lingga menutup jendela kamarnya.&lt;br /&gt;berharap agar Seringai tidak mati kedinginan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-2480000595382618848?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/2480000595382618848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/menghitung-bintang-pun-tak-mampu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/2480000595382618848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/2480000595382618848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/menghitung-bintang-pun-tak-mampu.html' title='menghitung bintang pun tak mampu...'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-5787680445570386592</id><published>2009-06-18T01:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T01:19:02.224-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telenovela'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seringai dan Perisai'/><title type='text'>.telenovela atas nama bintang dan itu tentang cinta.</title><content type='html'>Telah lama Perisai menunggu sang Seringai. Sudah tak terhitung banyak peluh perisai berlari ke arah Seringai. Sudah tak terhitung lagi banyak cerita atas mereka berdua. Dan tak terhitung pula Perisai menghantam pagar kawat yang ada di sekitar Seringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, layaknya sebuah telenovela. Mereka berdialog bukan dalam kata-kata. Mereka bermain cahaya. Cahaya yang berkedip-kedip, memperindah bentangan langit hitam yang menjadi layar kisah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, mungkin memang semua indah tepat pada waktunya. Ketika sang Perisia mulai ragu akan perjuangannya demi Seringai, langit berkata lain. Ketika Perisai mulai meredupkan cahayanya perlahan-lahan dan menjauh dari Seringai, langit bercerita lain. Dan ketika Perisai mulai goyah dan hampir jatuh ke bumi karna sakit atas luka yang diberikan oleh Seringai, langit memberi akhir cerita yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit ternyata memberikan kisah yang teramat indah. Kisah yang sempurna untuk mereka berdua. Seketika itu pula Perisai berdiri kokoh tanpa goyah. Seketika itu pula Perisai mempunyai cahaya yang paling terang untuk Seringai. Dan seketika itu pula Perisai akan menjadi perisai bagi Seringai. Itu semua karna langit telah berkata: &lt;big&gt;&lt;b&gt;“Perisai, inilai Seringaimu…”&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan pagar kawat yang ada di sekeliling Seringai, dilepasnya. Perlahan-lahan Seringai pun berlari ke arah Perisai, takkan pernah lagi ia menoleh ke belakang dan berlarut dengan kisah yang telah membuatnya terlena dalam angan. Yang ia seharusnya ia ingat adalah sejuta peluh dan waktu yang telah Perisai berikan selama ini kepadanya. Yang seharusnya ia ingat adalah sejuta tahun cahaya yang telah Perisai tempuh untuk berlari mendekatinya. Yang seharusnya ia ingat adalah sejuta kedipan yang telah Perisai ucapkan untuk membuatnya mampu untuk berjuang demi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, sungguh indah.&lt;br /&gt;Dua bintang saling bertelenovela.&lt;br /&gt;Berdialog dalam kedipan cahaya. Tanpa henti. Tanpa jarak. Membuat langit semakin terang. Membuat bintang yang lain pun ikut iri. Membuat bintang yang lain juga ingin bertelenovela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga malam hampir berganti pagi.&lt;br /&gt;Bintang besar sang raja cahaya pun perlahan muncul, mengalahkan cahaya mereka.&lt;br /&gt;Namun, takkan pernah ada yang tahu bahwa dua bintang itu semakin bertelenovela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling berbagi cahaya tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi makna hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka pun masih bertelenovela dalam cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“sebab semua bintang pasti punya rasa cinta, tapi tidak semua memiliki cinta…”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-untuk sahabat yang sedang penuh cinta-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-5787680445570386592?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/5787680445570386592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/telenovela-atas-nama-bintang-dan-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/5787680445570386592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/5787680445570386592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/telenovela-atas-nama-bintang-dan-itu.html' title='.telenovela atas nama bintang dan itu tentang cinta.'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-3724138147769682734</id><published>2009-06-18T01:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T01:18:07.409-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dejavu'/><title type='text'>semua terulang, tapi ini bukan de javu...</title><content type='html'>entah mengapa.&lt;br /&gt;semua takkan pernah menjadi semudah yang udh dibayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan itu menikmati cinta.&lt;br /&gt;perempuan itu menikmati atas perjuangannya yang ia rasa bukanlah seperti mengerjakan soal integral ataupun persamaan linear dan aritmatika lainnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan itu menikmati cinta setelah ia bergelut dengan sang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu.&lt;br /&gt;dan terulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah yang dulu.&lt;br /&gt;dengan kisah yang sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua takkan semudah itu.&lt;br /&gt;semua seolah-olah menjadi sulit.&lt;br /&gt;perempuan itu kembali dihajar oleh sang waktu.&lt;br /&gt;perempuan itu kembali ditampar dan dizolimi oleh waktu.&lt;br /&gt;perempuan itu kembali mencaci maki waktu dan seolah-olah waktu menjadi musuh terbesar dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahlah.&lt;br /&gt;apakah perjuangannya dengan waktu akan membuat dirinya lebih bahagia atau tidak.&lt;br /&gt;atau, akan ada akhir kisah yang terulang kembali?&lt;br /&gt;atau bahkan, akan rasa sakit yang juga kembali terulang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan itu masih duduk di sebuah halte.&lt;br /&gt;tak tau apa yang ia tunggu: &lt;big&gt;&lt;b&gt;"kedatangan sebuah bus atau kedatangan waktu"&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;tak paham penuh.&lt;br /&gt;bola matanya bergerak mengikuti lalu lalang kendaraan yang ada di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedetik ia berpikir sejenak.&lt;br /&gt;nampaknya...&lt;br /&gt;ada yang terulang.&lt;br /&gt;tapi ini bukan de javu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-3724138147769682734?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/3724138147769682734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/semua-terulang-tapi-ini-bukan-de-javu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/3724138147769682734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/3724138147769682734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/semua-terulang-tapi-ini-bukan-de-javu.html' title='semua terulang, tapi ini bukan de javu...'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-5197839411403145563</id><published>2009-06-18T01:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T01:14:44.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman bintang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telenovela'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='status facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seringai dan Perisai'/><title type='text'>telenovela dari sebuah status...</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;big&gt;STATUS :&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"ketika tak akan ada lagi perisai untuk seringai.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perisai:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perisai akan tetep ada walaupun sinarnya dikejauhan dan meredup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tapi walaupun perisai menjauh dan meredup, gak sekalipun seringai&lt;br /&gt;sendirian, gak akan pernah...&lt;br /&gt;Seringai hanya seolah sendirian, karena seringai belum menyadari&lt;br /&gt;bintang-bintang yang ada di sekelilingnya..&lt;br /&gt;Inget..! Gak sekalipun seringai sendirian..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perisai meminta seringai utk menjauh! Meredup dan takkan ad chaya bg&lt;br /&gt;seringai utk slmanya!&lt;br /&gt;Seringai hny akn btumpu pd diriny sndiri mlawan gumpalan awan hitam.&lt;br /&gt;Bhkn, mbutakanny bhw msh ad chya lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Tapi sekarang, seringai harus bisa..! Dan pasti bisa..&lt;br /&gt;Seringai harus belajar menghitung bintang di sekelilingnya..&lt;br /&gt;Susah..!&lt;br /&gt;Perisai pasti juga ingin seringai bisa..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;mungkin...&lt;br /&gt;mungkin suatu saat seringai mampu menghitung bintang di langit..&lt;br /&gt;mungkin juga perisai ingin melihat seringai mampu bertumpu pada dirinya&lt;br /&gt;sendri..&lt;br /&gt;tapi, sebelum perisai melihat itu semua......&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MUNGKIN&lt;/b&gt; seringai telah meredup dan hilang dari lautan awan gelap.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MATI&lt;/b&gt; dan jatuh ke bumi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang di bumi menaruh harapan dan kepercaya'an pada seringai..&lt;br /&gt;Seringai mau mati gitu aja? tanpa pernah tau seberapa besar harapan dan&lt;br /&gt;kepercaya'an orang-orang bumi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringai BISA...!...&lt;br /&gt;Dan temannya seringai, bintang di sebelahnya, dia berharap, suatu sa'at&lt;br /&gt;seringai bisa melihatnya, dan sadar bahwa ia mendukung seringai mati2an...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berteriak : "seringai GAK BOLEH MATI...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;seandainya seringai tidak buta...&lt;br /&gt;tidak tuli..&lt;br /&gt;dan tidak lumpuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka ia akan melihat bintang yang lain itu.....&lt;br /&gt;maka ia akan mendengar teriakannya...&lt;br /&gt;maka ia akan berlari ke arah bintang yang lain itu untuk ucapkan&lt;br /&gt;terimakasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangnya, saat ini...&lt;br /&gt;seringai sedang sekarat...&lt;br /&gt;menanti cahayanya redup perlahan-lahan...&lt;br /&gt;raganya pun semakin lumpuh tak berdaya..&lt;br /&gt;hanya tinggal asa kehidupan yang perlahan lenyap berhamburan di&lt;br /&gt;lapangnya awan hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlahan dingin.&lt;br /&gt;pucat.&lt;br /&gt;dan membusuk dimakan belatung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seringai boleh buta..&lt;br /&gt;Seringai boleh tuli..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi teman bintangnya tetap akan menyadarkan seringai, walaupun teman&lt;br /&gt;bintangnya ini harus mati..&lt;br /&gt;Mati untuk seringai.....&lt;br /&gt;Mati hanya agar seringai hidup lagi..&lt;br /&gt;Menggunakan sisa sinarnya, untuk menyeka sebanyak mungkin belatung dari&lt;br /&gt;tubuh seringai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;tak mungkin seringai hidup kembali..&lt;br /&gt;sudahlah dia tak perlu menghidupkan kembali seringai..&lt;br /&gt;seringai tak mau bintang yang lain itu mati deminya..&lt;br /&gt;seringai tak mau membuat yang lain ikut mati hanya karnanya..&lt;br /&gt;seringai tak mau jadi pembunuh bagi bintang yang lain......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan belatung itu menghabiskan tubuh seringai...&lt;br /&gt;biarkan seringai tak berada lagi di awan gelapnya..&lt;br /&gt;biarkan seringai jatuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah bahasa jawa yang pernah didengar sama temen bintang, 'urip&lt;br /&gt;lan nguripi', artinya 'hidup dan menghidupi'&lt;br /&gt;Menurut teman bintang, ya..! Artinya semuanya satu..! Ketika seringai&lt;br /&gt;mau mati, teman bintang gak akan pernah bisa diem..&lt;br /&gt;Walaupun seringai ngomong gtu, teman bintang tetep bakal mati-matian&lt;br /&gt;nghidupin seringai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;seringai gak ngerti bahasa jawa..&lt;br /&gt;pepatah hanya tinggal pepatah..&lt;br /&gt;seringai tetap saja akan menjadi bintang yang tak bisa bangga akan&lt;br /&gt;dirinya sendri..&lt;br /&gt;bintang yang gak punya apa yang bisa dibanggakan dari sebuah bintang:&lt;br /&gt;cahaya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;there's no light...&lt;br /&gt;there's only a tears..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;apapun yang seringai katakan...&lt;br /&gt;apapun yang seringai keluhkan...&lt;br /&gt;apapun yang seringai tangisi...&lt;br /&gt;apapun yang seringai ungkapkan...&lt;br /&gt;temen bintang tetap dengan sekuat tenaganya berjuang, berjuang&lt;br /&gt;menghidupkan seringai, berjuang sampai mati agar sinar yang meredup itu&lt;br /&gt;menyilaukan lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;tenaga sang temen bintang tak harus ia berikan sepenuhnya untuk seringai..&lt;br /&gt;seringai tahu bahwa temen bintang pun harus menyerahkan sinarnya kepada&lt;br /&gt;yang pantas diberikan...&lt;br /&gt;bukan seringai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sekali lagi) biar seringai yang menumpu hidupnya sendiri.....&lt;br /&gt;temen bintang terlalu sempurna untuk menjadi sebuah teman untuk seringai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;teman bintang juga bingung...&lt;br /&gt;tapi entah kenapa, ada suara berbisik pada teman bintang, untuk tetap&lt;br /&gt;melakukan itu...&lt;br /&gt;dan teman bintang yakin, itu yang terbaik......&lt;br /&gt;terserah apa kata seringai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;siapa yg membisikkan suara itu?&lt;br /&gt;suara gaib!&lt;br /&gt;suara ilusi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman bintang hanya sebuah ilusi!...&lt;br /&gt;tak nyata.&lt;br /&gt;dan mungkin takkan pernah menjadi nyata!&lt;br /&gt;semua hanya imajinasi yang membuat seringai (seolah-olah) kuat dan&lt;br /&gt;tersenyum..&lt;br /&gt;hanya ilusi yang benar-benar tak bisa seringai raih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya teman bintang itu ada..!!!&lt;br /&gt;dia nyata...!!!&lt;br /&gt;yang membuatnya tak nyata adalah seringai sendiri......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang seringai harus belajar...&lt;br /&gt;belajar melihat bahwa itu bukanlah ilusi...&lt;br /&gt;teman bintang pengen ngeliat seringai kuat dan tersenyum...&lt;br /&gt;dan itu BUKANLAH ILUSI...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;gimana seringai tahu bahwa itu nyata?&lt;br /&gt;tak ada tanda-tanda yang nyata...&lt;br /&gt;tak ada tanda-tanda bahwa itu bukan hanya ilusi..&lt;br /&gt;bukan hanya mimpi indah semata...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;tak ada tanda...&lt;br /&gt;tak ada yang beritahu secara pasti bahwa itu benar2 ada hanya untuk&lt;br /&gt;seringai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanda yang seharusnya memberi kepastian..&lt;br /&gt;bukan keraguan: antara nyata dan ilusi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perisai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang seringai katakan, teman bintang akan terus seperti itu..&lt;br /&gt;Walaupun selalu menganggap itu ilusi..&lt;br /&gt;Tapi teman bintang tulus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anggapan seringai bhw itw ilusi krn memang yg ada hanyalah keraguan dan&lt;br /&gt;ktdkpastian, bukan kepastian bhwa itw adl nyata dan dpt seringai raih&lt;br /&gt;agar ia kuat dan ttap tsnyum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika teman bintang hny menunjukkan keraguan smata, maka takkan ad&lt;br /&gt;kyakinan dlm seringai utk mjdkan temen bintang itw nyata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perisai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang seringai katakan..&lt;br /&gt;Seringai harus tau, temen bintang sangat tulus...&lt;br /&gt;Dan menerima dengan lapang, bahwa ia hanya dianggap ilusi oleh&lt;br /&gt;seringai.....&lt;br /&gt;Tak dianggap, namun smuanya tetap dilakukan temen bintang untuk seringai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seringai menganggap itw ilusi krna temen bintang tak pernah membuat&lt;br /&gt;dirinya ndiri nyata d dpn seringai!&lt;br /&gt;Temen bintang ndiri tll ragu utk mjd nyata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringai tak mgkn sjahat itw utk mhiraukan temen bintang!...&lt;br /&gt;Krna seringai..&lt;br /&gt;butuh teman bintang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perisai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;ketika seringai mulai menganggap teman bintang bukan ilusi, maka teman&lt;br /&gt;bintang akan menjadi nyata...&lt;br /&gt;dan teman bintang sendiri akan berusaha menjadi nyata untuk seringai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tuh, kan..&lt;br /&gt;Teman bintang hny akan brusaha mjd nyata stlh seringai mnyadari bhwa itw nyata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bwtlah seringai sadar, teman bintang.. Jgn mnunggu seringai sadar dg sendirinya..&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Seringai lbh ingin bteriak: "nyatalah, sang teman bintang agar aku dapat melihatmuw, mendengarmuw, dan belari bersahabat dengan mu! Tunjukkan bahwa kamu nyata untukkuw.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perisai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teman bintang akan menjadi nyata...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mana, si teman bintang ituu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teman bintang jadi nyata...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;diMana??&lt;br /&gt;Mana tanda2 bhwa dy 'nyata'??&lt;br /&gt;Bkankah dy ndiri msh ragu?&lt;br /&gt;Ragu apkh dy akn mjd nyata sepenuh ato tdk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teman bintang tidak ragu, teman bintang akan jadi nyata..&lt;br /&gt;Tapi kenapa seringai selalu meragukan hal itu..&lt;br /&gt;Teman bintang sudah pada keputusanya yang terbulat, teman bintang nyata..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Entahlah..&lt;br /&gt;Seringai sndiri gag tw knp ad keraguan akan nyatany teman bintang..&lt;br /&gt;Mgkn, dy takut utk mlangkah mdekati teman bintang..&lt;br /&gt;Seolah2 ad pagar kawat yg mngelilingi sang teman bintang..&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Pagar kawat yg mmutuskan asa utk bsahabat dg tman bintang..&lt;br /&gt;Pagar kawat yg mnandakan bhwa mgkn sang teman bintang hny akn ada dlm&lt;br /&gt;mimpi terindah seringai saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teman bintang sudah memutuskan kawat itu..&lt;br /&gt;Dan mimpi terindah seringai terwujud..&lt;br /&gt;Teman bintang, sesuatu yang sangat nyata, yang memanggil seringai untk&lt;br /&gt;datang mendekat, tanpa keraguan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yakin?&lt;br /&gt;Karna utk ksekian kaliny, seringai tak ingin kmbali khlgn chayanya..&lt;br /&gt;Seringai tak ingin tertusuk pagar kawat itw lg, hingga hampir mbwt luka..&lt;br /&gt;Msh ada ktakutan d masa lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teman bintang ingiin banget, dirinya berarti buat seringai, ingin&lt;br /&gt;menemani seringai..&lt;br /&gt;Teman bintang gak pengen seringai tertusuk lagi, kehilangan cahayanya lagi..&lt;br /&gt;Teman bintang ingin, yng terbaik buat seringai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Benarkah itw semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringai tak mau penuh asa hingga akhrny menyiksa diriny sejadi2nya.&lt;br /&gt;Menangis krn tll bnyk bharap atas keindahan, keindahan atas nyatany sang&lt;br /&gt;teman bintang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teman bintang berusaha untuk itu semua, teman bintang pengen jadi&lt;br /&gt;seperti yang diharapkan seringai..&lt;br /&gt;Teman bintang pengen, seringai selalu tersenyum..&lt;br /&gt;Teman bintang pengen, semuanya menjadi indah..&lt;br /&gt;Teman bintang pengen, menjadi teman, yang begitu berarti buat seringai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wahai, teman bintang yg baik...&lt;br /&gt;Benarkah dy ad d sktr seringai?&lt;br /&gt;Mgknkah nti mlm seringai dpt btmu teman bintang? Atau mgknkah teman&lt;br /&gt;bintang jg larut dlm hdupny ndiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seringai...! Malam ini kita akan bertemu...&lt;br /&gt;Teman bintang menunggumu di balik awan itu, awan di mana kau biasa&lt;br /&gt;menunggu..&lt;br /&gt;Kali ini, teman bintang akan menunggumu di situ.....&lt;br /&gt;Datanglah seringai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(sekali lagi) benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tp, bgmn kl seringai tak dpt mlhtny?&lt;br /&gt;Maukah teman bintang memancarkan chaya tbaikny agar seringai mlht chaya&lt;br /&gt;terang itw?&lt;br /&gt;Maukah teman mmanggil seringai dg yakin saat seringai msh mencari2ny dlm&lt;br /&gt;kgelapan?...&lt;br /&gt;Maukah teman bintang mbntu seringai yg buta dan tuli ini utk mendekat k&lt;br /&gt;arahny?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai teman bintang, temani ak mlm ini.. Jdkan ak sahabatmu karna&lt;br /&gt;perisaiku sudah menanamkan pagar kawat tinggi2 d dpnku.. Tak mau lg ak&lt;br /&gt;sepi menunggu bsama lautan awan kelam yg mbwt drikuw hmpir mati.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teman bintang akan memanggil seringai..&lt;br /&gt;Teman bintang akan memancarkan cahaya terbaiknya bagi seringai..&lt;br /&gt;Teman bintang akan mengajak seringai berjalan bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringai, teman bintang akan menemani seringai......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutunggu malam ini seringai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;*speechless*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seringai bharap smuany itw bkan hnya asa kosong.....&lt;br /&gt;Seringai bharap smuanya itw jujur dr pancaran chya sang bintang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi wahai teman bintang, jangan prnh kau mengajakkuw terbang tll&lt;br /&gt;tinggi jika kmu hny ingn mlhtkuw jatuh tersungkur dan kembali mati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lbh baik ak bdiam diri d lautan mlm hingga belatung pun mnggerogoti&lt;br /&gt;tubuhkuw yg meredup ini.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Teman bintang gak akan memberi harapan yang kosong itu..&lt;br /&gt;Teman bintang akan menjadi sahabat terbaik bagi seringai...&lt;br /&gt;Teman bintang berjanji tentang itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tepati janjimu, ya teman bintang..&lt;br /&gt;Janji untuk dirimu sendiri..&lt;br /&gt;Janji untuk seringai..&lt;br /&gt;Jangan pernah bkata ingkar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Janji kepada seringai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;berjanjilah pada dirimuw sendiri sepenuhnya terlebih dahulu..&lt;br /&gt;janji bahwa kau takkan berkata ingkar thdp dirimuw sendri maupun org lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teman bintang berjanji...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;bener?&lt;br /&gt;seringai akan menunggu janjimu, wahai teman bintang...&lt;br /&gt;oia, ada satu pesan seringai untuk teman bintang......&lt;br /&gt;jika suatu saat nanti teman bintang mulai membangun kembali pagar kawat&lt;br /&gt;di sekelilingnya, beritahu seringai...&lt;br /&gt;agar seringai perlahan menjauh atau segera menjauh dari pagar itu...&lt;br /&gt;beritahu seringai agar tak menyentuh pagar kawat itu...&lt;br /&gt;beri tanda seringai bahwa memang ada batas yang memisahkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teman Bintang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Iya, teman bintang tau..&lt;br /&gt;Tapi ingat, teman bintang akan menjadi sahabat terbaik seringai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;hmmm...&lt;br /&gt;yaaa...&lt;br /&gt;yang terbaik untuk seringai..&lt;br /&gt;yang terbaik adanya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmmm…&lt;br /&gt;&lt;big&gt;sudah cukupkah dialog telenovela ini?&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;:p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-5197839411403145563?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/5197839411403145563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/telenovela-dari-sebuah-status.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/5197839411403145563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/5197839411403145563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/06/telenovela-dari-sebuah-status.html' title='telenovela dari sebuah status...'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-2963441438173339626</id><published>2009-05-04T00:29:00.001-07:00</published><updated>2009-05-04T00:29:29.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='that&apos;s why i hate TV'/><title type='text'>Adzan Maghrib SCTV bikin geleng2 kepala</title><content type='html'>&lt;div&gt;Jumat (02/01/09), saya memang berniat menunggu adzan maghrib yang muncul sekitar pukul 18.10WIB di SCTV. Why? Karena oh karena, di situlah saya bisa melihat Fauzi Baadilla sejenak, setelah tidak bertemu dengannya dalam tayangan Nikmatnya Dunia... hehehee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun nampaknya, SCTV melakukan kesalahan dalam tayangan adzan maghrib tersebut. Kesalahan yang dilakukan lebih ke arah teknis, audio yang muncul tidak sesuai dengan video yang ditampilkan. Fauzi Baadilla telah muncul di layar televisi namun audio yang muncul malah audio dari beberapa iklan. Cukup aneh dan benar-benar tidak sesuai dengan video yang sedang ditayangkan. Ironisnya lagi, di saat terlihat tulisan-tulisan yang mengkumandangkan nama Allah, audio yang muncul malah kalimat-kalimat persuasif yang mengkumandangkan nama produk. Weleh.. weleh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut memang tidak mengganggu apabila audience yang menonton tayangan tersebut sambil me'mute audio tipi mereka. Tapi, bagaimana dengan audience yang tetap menonton tayangan tersebut dengan volume yang normal?? (seperti saya ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat bertanya-tanya apakah kesalahan teknis ini akan berlangsung penuh selama tayangan adzan maghrib? Ternyata tidak. Atau tepatnya, HAMPIR. Pada saat teks: "tiada Tuhan selain Allah" muncul, audio pun sudah kembali normal. Dengan perasaan iseng (lagi), saya melihat jam dinding di ruang tamu: pk 18.15WIB. Dengan begitu, kesalahan teknis berlangsung sekitar 4 menit dan nyaris sepanjang tayangan adzan maghrib tersebut ditayangkan. Karena, Setelah teks tersebut muncul, tayangan tersebut berakhir....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, dengan kejadian tersebut dapat mengecewakan para kaum muslim. Saya, sebagai pribadi yang non muslim pun turut kecewa atas kesalahan teknis yang telah dilakukan oleh SCTV. Apalagi, ini masih terlalu dini (baru tgl 2 januari- 1 hari setelah taon baruan, cuy!) untuk melakukan kesalahan. Namun, mungkinkah ini jugat tidak terlalu dini bagi SCTV, meminta audience'y untuk memakluminya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nb: mungkin, sang audioman'y masih terlarut dalam suasana malam taon baruan... (alias masih ngantuk)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=232541&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=65746904008&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=65746904008&amp;amp;id=1131351818"&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1929/40/87/1131351818/a1131351818_232541_9387.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-2963441438173339626?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/2963441438173339626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/adzan-maghrib-sctv-bikin-geleng2-kepala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/2963441438173339626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/2963441438173339626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/adzan-maghrib-sctv-bikin-geleng2-kepala.html' title='Adzan Maghrib SCTV bikin geleng2 kepala'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-6366702473827501145</id><published>2009-05-04T00:26:00.002-07:00</published><updated>2009-05-04T00:28:36.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serangkaian kata'/><title type='text'>.ketika...</title><content type='html'>Ketika waktu membuat suatu pertemuan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ketika waktu mengucap sebuah perpisahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu pula ada waktu untuk tetap tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna ketika pasti akan kembali datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tak terhindari...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-6366702473827501145?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/6366702473827501145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/ketika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/6366702473827501145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/6366702473827501145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/ketika.html' title='.ketika...'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-1716219714404704667</id><published>2009-05-04T00:26:00.001-07:00</published><updated>2009-05-04T00:26:31.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='that&apos;s why i hate TV'/><title type='text'>dan mereka pun TERMEHEK-MEHEK...</title><content type='html'>sapa yang gag suka ma reality show yang dramatis dan lebai itu???&lt;br /&gt;sapa yang suka???&lt;br /&gt;emak gue suka.&lt;br /&gt;bokap gue suka.&lt;br /&gt;si botak aka Ditra suka.&lt;br /&gt;temen kost gue suka.&lt;br /&gt;sapa lagi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue??&lt;br /&gt;gue ampir addicted ma tuh acara...&lt;br /&gt;mpe sewot ndiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kok, bisa ketemu??"&lt;br /&gt;"ini beneran, gag sih??"&lt;br /&gt;"lebai banged reaksi ibunya??"&lt;br /&gt;"mba, makannya nunggu Termehek-mehek kelar, iah??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;shit! gue kejebak realitas yang telah termediasi oleh acara ntu!&lt;br /&gt;padahal, konsepnya juga nyontek acara luar, juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapiiii....&lt;br /&gt;beneran, gag siiii kasus-kasus yang diangkat???&lt;br /&gt;pacar yang selingkuh ma bokap, lah...&lt;br /&gt;pacar yang kejebak berbuat mesum ma nyokap, lah...&lt;br /&gt;sahabat yang pacaran ma bokap, lah...&lt;br /&gt;sepasang kekasih yang ternyata satu bapak, lah...&lt;br /&gt;ato...&lt;br /&gt;sampe2...&lt;br /&gt;ada yang bokapnya homo, lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so swiiiitttt bangedhhh... ------&gt; kok, so sweet, sih ndes???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mksd gue..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;it's too dramatic and too good too be true buat dijadiin sbg reality show...&lt;br /&gt;itu pake skenario atao...&lt;br /&gt;it's real happen in our life???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa realita yang diangkat oleh media tetap akan bernilai realistis???&lt;br /&gt;akankah tetap dianggap sbg realita yang ada??&lt;br /&gt;apa malah sebagai realita yang termediasi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;balik lagi ke image and reality, deh... -----&gt; ingat baik2 ceramah pak joe&lt;br /&gt;hehehee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*pizzz buat kaum TERMEHEK-MEHEKers*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-1716219714404704667?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/1716219714404704667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/dan-mereka-pun-termehek-mehek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1716219714404704667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1716219714404704667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/dan-mereka-pun-termehek-mehek.html' title='dan mereka pun TERMEHEK-MEHEK...'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-8115485672237169883</id><published>2009-05-04T00:25:00.001-07:00</published><updated>2009-05-04T00:25:56.486-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Lingga'/><title type='text'>Lingga: Versi Pelangi</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;(080109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren gue baca postingan blog: “cerita tentang sebuah cerita”, sebuah tulisan &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=69891444008&amp;amp;h=10eb1c00dd47ee05f9169629f67a494e&amp;amp;url=http%3A%2F%2Frealitybit3s.blogspot.com%2F.com" target="_blank" title="http://realitybit3s.blogspot.com/.com"&gt;mba chule&lt;/a&gt;. Cerita itu menceritakan tentang si crayon dan buku gambar. Di situ gak diceritain, sih ukuran dari buku gambar itu; A4 atau A3… hehe… Singkatnya, sang buku gambar meminta agar crayon tetap berjuang supaya dapat mewarnainya lagi. Jangan sampe, anak kecil –si pemilik crayon- menuruti perkataan ibunya untuk mengganti crayon dengan pensil warna…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita itu berisi perumpamaan kisah si mba Chule dengan dengan kekasih laknatnya… hahaha… (tenang aja, gw tau sapa orangnya! Orang yang pengen gue hina-dina slalu! ^^) Endingnya??? Tampaknya, si crayon akan tetap berjuang supaya dia bisa tetep memberikan berjuta-juta warna di hidupnya si buku gambar… the nice ending…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah baca cerita itu, gue jadi pengen bikin perumpamaan juga *makasih, ya mba chule… inspiring banged, dah tuh cerita! Jangan GR, neh…* Tapi mungkin, gw punya another perumpamaan and another ending. Kalo perumpamaan gue, tentang si cat sablon dan kertas gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, sang ibu ingin melihat sebrapa besar bakat anaknya dalama hal gambar menggambar. Layaknya ahli-ahli psikolog anak yang sedang mengadakan penelitian, sang ibu pun meletakkan beberapoa alat gambar di depan anaknya: pensil warna, crayon, dan buku gambar. Namun, tanpa penjelasan apapaun sang ibu meninggalkan anak perempuannya yang masih berumur 3 tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima menit sudah berlalu dan si anak masih duduk di atas lantai. Terdiam sambil menatap benda-benda yang ada di sekelilingnya. Anal itu udah kayak mbah dukun yang lagi dikelilingi sesajen kemeyan, kembang 1000 rupa, dan minyak nyongnyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba anak itu menoleh ke belakng dan didapatinya sang ayah sedang menyablon spanduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…” Anak tersebut terdiam. Lalu tersenyum kecil. Dia kemudian menarikbuku gambar A3-nya dan membuka covernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SRETTTT!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pede-nya dia menyobek satu lembar A3. Dia kembali tersenyum. Apalagi melihat pinggiran kertas gambar itu yang gak karuan karna disobek secara paksa. Dia pun perlahan-lahan menekuk lututnya untuk bangkit berdiri. Dengan langkah pasti seperti anak cowok yang baru kelar disunat, dia berjalan menuju sang ayah. Dia bukan ingin menegur sang ayah yang sedang asik bermain warna juga. Dia juga bukan ingin meminta ayahnya untuk menggambarkan something on her paper. Dia hanya tertarik pada sekumpulan cat sablon yang berada di belakang ayahnya itu. Dengan tampang tanpa dosa, dia pun mencelupkan jari telunjuk kanannya pada cat yang berwarna merah. Lalu balik lagi ke tempat kertas gambarnya yang dia tinggalkan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa rasa ragu, telunjuk yang telah dilumuri dengan cat itu pun menari-nari di atas kertas gambar polo situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…hehehehe…” ia tertawa terkekeh-kekeh. Cengar cengir. Matanya pun ikut jadi sipit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa telah menemukan cara yang tepat untuk mewarnai, dia pun mengulangi aksi brilliant-nya. Dia kembali kea rah sang ayah. Mencelupkan jari telunjuknya ke warna kuning. Ke tempat buku gambar. Dan kembali berekspresi. Begitu seterusnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengambil warna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HIJAU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BIRU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali dia bolak balik hingga tanpa sadar begitu banyak tetesan warna yang berceceran di lantai. Sang ayah pun tak sadar atas apa yang dilakukan gadis ciliknya. Cat warna birunya pun nyaris menjadi ungu-ungu gak jelas karna telah dicelupkan warna merah dan hijau yang “dibawa” oleh sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat sedang asik asiknya melenggak-lenggokkan jari telunjuknya, dia mendapatkan aura yang tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“LINGGA!!!!” Ternyata sang ibu telah berdiri di belakangnya sambil bertolak pinggang. “Mama udah kasih pensil warna sama crayon!! Kamu malah pake cat sablonnya papa!!” Ibunya makin marmos ngeliadh tingkah autis anak perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga. Gadis cilik yang paling sebel denger suara orang dewasa yang suka nelen toa itu pun gak bisa membendung air di pelupuk matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;HUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;AAAAAA….!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga akhirnya ikutan berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa, sih ma…?” Tiba-tiba sang ayah menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ada apa?!! Kamu tuh gak peduli banget sama anak! Kalo cat itu masuk mata, gimana?! Kalo masuk mulut, gimana?! Kalo masuk hidung, gimana?! Itu RACUN, tauk!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“yawda… yang penting, sekarang si Lingga’nya juga gak apa-apa, kan? Lagian, masih ada kertas-kertas lain kalo mama mau si Lingga menggambar pake pensil atau crayon…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HUH!!” Sang ibu merasa kurang puas dengan jawaban suaminya yang sok cool itu. Dia pun menarik tangan Lingga dan berniat untuk membersihkan cat yang blepotan di tubuh Lingga. Dengan diiringi rengekannya, Lingga pun hanya bisa menuruti kemauan ibunya dan meninggalkan kertas gambarnya tergeletak di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah yang tidak ingin mengalahkan sang anaknya itu kemudian membereskan alat-alat gambar yang berada di lantai agar dia dapat membersihkan bercak-bercak cat yang berceceran akibat ulah anaknya itu. Tiba-tiba saat ia mengambil kertas gambar karya Lingga, dia malah tersenyum kecil. Sang ayah yang tadi ingin membuang kertas itu pun mengurungkan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;And guess what???&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokkan harinya, gambar itu berada di dalam bingkai kayu dan akan selalu berada di dalam kamar Lingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-the hardest part-&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kisah si cat sablon dan si kertas gambar! Sang ibu merasa bahwa cat sablon bukanlah pewarna yang cocok digunakan oleh anak kecil yang berumur tiga tahun. Lagipula, masa’ kertas gambar digunakan sebagai medianya… ?? begitulah persepsi sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cat sablon ya dipake buat mewarnai kain. Kertas gambar juga biasanya diwarnai sama pensil warna, crayon, ya… mentok-mentok juga cat aer. Cat sablon kan terlalu ekstrim kalo dipake di atas kertas gambar…” Tapi, gimana kalo gambar yang dihasilkan ternyata gak kalah sama gambar yang dibuat oleh si pensil warna atau crayon?? Ato, bahkan bisa jadi lebih indah… benar-benar indah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, andai sang ibu mengerti tentang perasaan si cat sablon dan sang kertas gambar…. Pasti dia takkan merasa kuatir kalo Lingga bakal “kemasukkan” cat sablon. Cat sablon hanya ingin mewarnai si kertas, kok! Bukan untuk menyakiti Lingga… Si kertas pun hanya ingin diwarnai oleh si cat sablon… walo hanya satu lembar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yapz! Hanya satu lembar. Untung, sang ayah mengabadikan lukisan berjuta-juta warna itu di dalam ruang berbingkai. Karna, si kertas pun tau bahwa dia takkan pernah lagi diwarnai oleh sang cat sablon… Karna, kertas-kertas yang lain dalam buku gambar itu akan diwarnai oleh pensil warna atau crayon. Seperti apa yang diinginkan oleh sang ibu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini memang tidak seperti si crayon dan buku gambar. Tidak seperti crayon yang akan berjuang agar tetap mewarnai lembaran-lembaran kertas yang tak terbatas dalam buku gambar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=263066&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=69891444008&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=69891444008&amp;amp;id=1131351818"&gt;&lt;img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2055/40/87/1131351818/a1131351818_263066_9014.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;pelangi di kamar&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, si kertas dan sang cat sablon pun hanya dapat terpaku pada dinding ruang terbatas. Menyimpan berjuta-juta warna cerita yang hanya dapat mereka berdua rasakan. Yang hanya dapat mereka berdua simpan dalam bingkai kenangan dan kehidupan nantinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*terpaku dan tetap tersenyum*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kini tak perlu kuatir jika setelah hujan tak tampak pelangi. Kini tak perlu kuatir pula jika hujan tak kunjung datang dan hanya teriknya matahari yang menyengat. Buat saia, pelangi itu tetap ada…”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-8115485672237169883?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/8115485672237169883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/lingga-versi-pelangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/8115485672237169883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/8115485672237169883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/lingga-versi-pelangi.html' title='Lingga: Versi Pelangi'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-2897277705845029145</id><published>2009-05-04T00:23:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:24:45.473-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='that&apos;s why i hate TV'/><title type='text'>TV-One bikin geleng-geleng</title><content type='html'>&lt;div&gt;[re-written dr minggu pertama januari 2009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;Part I&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Jujur, selama gue di kost, gue jarang banged liad tipi. Kalo diitung frekuensinya dalams eminggu, palingan gue cuman satu ampe dua kali nonton tipi. Itu pun udah bersyukur banged. Paling maksimal dengan durasi 30-60 menit. Hidup serasa di dunia pedalaman tanpa ada informasi yang masuk melalui salah satu produk dari media siar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sebenarnya gak benci-benci amat sama televise tapi juga gak senng-seneng amat. Di kampus, dosen-dosen gue (mayoritas seolah-olah) menyerukan: “matikan televisimu!”. Seruan mereka pun beragumen sangat kuat. Berdasarkan pada riset-riset sebelumnya yang menunjukkan bahwa televise memberikan pengaruh negative pada anak-anak, khususnya. Dan ditambah dengan kenyataan yang ada, televise Indonesia pun dipenuhi dengan sinetron-sinetron “gak mutu”, begitulah istilah yang sering dipakai oleh mereka yang sama sekali gak selera ngeliadh sinetron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pas liburan semester ini gue jadi lebih sering nongton tipi (yang berwarna! Gak kayak nasib tipi tunner gw! Hiks.) Gue jadi sering mencat mencet tombol remote tipi (hape jadul gue jadi punya saingan sekarang). Pilah pilih acara apa yang pas buat jiwa autis gue ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba bokap gue duduk di belakang gue dan dengan kecepatan kilat bak gundala si putra petir sedang beraksi, bokap langsung memainkan jari-jarinya (yang jempol semua itu) di atas tombol remote tipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;*channel no. 0 on: TV ONE* [Berita Petang]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bokap memilih TV One untuk memuaskan dirinya. Rupanya tayangan berita yang saat ini ditontonnya tinggal 3/4. Maksudnya, dikit lagi tayangan tersebut udah mo selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun berusaha untuk ikut menikmati. Yah, daripada gak ada tontonan lain… Hingga saatnya dua presenter acara berita tersebut memberikan closing. Saya tidak hapal persis closing yang dilakukan dua presenter tersebut, tapi yang jelas… begini gambaran kasarannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presenter Wanita (PW)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“… blablabla (mengatakan bahwa insert berita yang baru saja ditayangkan merupakan berita terakhir)… saya… (menyebutkan nama. Tidak termasuk hobi, makanan kesukaan, dan zodiak.)”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presenter Pria (PP)&lt;br /&gt;&lt;b&gt; “… dan saya… terimakasih…”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PW &amp;amp; PP&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“…”&lt;/b&gt; (tidak bersuara apa-apa dan berusaha menahan senyum sampai sang switcher mengganti tampilan). Backsound suara-suara tembakan dan lagu sendu telah muncul (kamera pun mengambil Long Shot dua presenter tersebut). Tiga detik berlalu, kamera masih menyorot mereka berdua. Tampaknya ada yang tidak tahan dengan keadaan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PW&lt;br /&gt;(Sambil menoleh kea rah PP) &lt;b&gt;“Kenapa, sih gak langsung gambar aja?” *suara bocor mode: on*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PP&lt;br /&gt;(spontan, yang tadinya tetep standby menghadap kamera, langsung meoleh si PW. Entahlah, kedua orang itu tau atao nggak kalo audio clip on mereka masih di volume normal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untungnya, sang switcher pun langsung mengganti video yang ingin ditayangkan. Alhasil, video mengenai dramatisasi Perang Palestina dan Israel muncul di layar tipi gue… Heleh… bocor audio lagi… audio lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;Part II&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, TV One gak cuman bikin gue geleng-geleng sekali aja. Dan kejadian terulang lagi di dalam bulan yang sama, Januari, di saat gue menikmati liburan dan tipi berwarna. Ironisnya lagi adalah, gue menemukan kesalahan di dalam program yang sama, yaitu Kabar Petang. Gue gak hapal persis seperti apa kronologisnya (buat gue, tayangan berita bukanlah tayangan yang mudah dihapal dengan sekali lihat), yang jelas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, yang di studio punya insert berita berupa liputan live di suatu tempat. Nah, kan tiba gilirannya liputan live, nih di’take. Berikut kira-kira audio yang gue nikmatin dari depan tipi:&lt;br /&gt;Pewawancara (P):&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“… baik, pemirsa… saya akan mewawancarai… blablabla…”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;10 detik wawancara berlangsung normal aja. Tapi saat si pewawancara sedang asik berceloteh ria tiba-tiba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camera person:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“… Sembilan apa sepuluh?!”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(suara laki-laki itu terdengar lebih keras disbanding si reporter yang berjarak kurang lebih 50cm dari kamera). Sang reporter tetap melanjutkan pembicaraannya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Atau mungkin, dia juga gak tau kalo ada kebocoran. Dua detik kemudian, suara yang sangadh annoying itu pun kembali muncul:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“… Sembilan apa sepuluh?! Gimana, sih&gt;! Tadi katanya Sembilan!!”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(kata, tuh campers tanpa dosa. Sekarang intonasinya semakin tinggi. Mungkin kalo tuh campersnya muncul di layar, kita bisa ngeliat urat-urat di lehernya yang kayak orang varises, kali!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue yang di rumah cuman bisa geleng-geleng kepala sambil berujar:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“ngopo e, pak dhe? Madang, urung??”&lt;/b&gt;itulah kata maksiat dari temen-temen kuliah gue, si Bang Niko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, akhirnya… beberapa menit kemudian liputan tersebut pun berakhir juga. Sempet deg-deg-an juga, gue. takut kalo kebocoran terus terjadi sepanjang insert berita ditampilan. *kok, malah gue yang was-was, yak??*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm… gue sempat mikir kenapa si campers mpe ngomong, gitu. Mungkin dia bingung sama aba-aba FD (floor director) yang di situ, kali yak. Kayak waktu ikut FIAT kemaren, yang selalu jadi bahan evaluasi adalah soal aba-aba itu… hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kapanlagi.com, disebutkan bahwa TV One memang mempunyai porsi 70% untuk berita dan stasiun televise ini lebih diposisikan untuk kaum menengah ke atas (kata Erick Thohir, Direktur Utama TV One). Tapi, apakah dngan penyajian yang kurang maksimal ini dapat membuat audience mempunyai persepsi bahwa TV One merupakan stasiun televise yang inovatif dan edutainment, sama seperti yang diharapkan oleh Bapak Erick Thohir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm… mungkin mungkin kesalahan-kesalahan teknis ini merupakan suatu kebetulan yang amat kebetulan buat saya. Kebetulan, saya yang nongton. Kebetulan terjadi dalam bulan yang sama. Dan, kebetulan dalam satu program acara yang sama. Yapz! Itu memang suatu kebetulan yang amat sangat kebetulan, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo menurut gue, ironis banged, sih… TV One memberikan porsi program berita lebih diprioritaskan, namun SDM, khususnya, yang berada di bagian backstage, ternyata masih perlu memprioritaskan profesionalisme mereka dalam pekerjaan. Buat apa penyiar handal, tapi kalo para tim operatornya tidak handal… Penyiarpun pun tidak akan bisa bekerja maksimal. Tapi kata dosen gue, gaji di TV One lebih gede dibandingin Metro TV… tapi, kok pekerja broadcast-nya kurang maksimal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=275786&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=71776554008&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=71776554008&amp;amp;id=1131351818"&gt;&lt;img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2055/40/87/1131351818/a1131351818_275786_2412.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan-kesalahan teknis ini mungkin dapat dikategorikan sebagai hal yang manusiawi dan dapat per-maklum-an dari audience yang imperfectionist dan murah hati. Tapi, masih ada keprihatinan lainnya yang dialami oleh audience lainnya terhadap penyajian salah satu program berita, program yang menjadi andalan dalam konsep TV One. Ada dalam salah satu situs yang berisikan mengenai keprihatinan seorang ibu dengan celetukkan presenter dalam “Selamat Pagi Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oia, ada yang kelewat. Ketika suasana tahun baru masih terasa… ketidaknyamanan gue terhadap program berita TV One juga ikut melengkapi. Memang, TV One mempunyai format berita yang presenternya lebih interaktif dengan presenter lain. Tapi, kadang-kadang terlalu santai dan sedikit jayus. Pada saat, ada laporan dari studio yang di pekan baru… sang presenter pun agak sedikit sombong terhadap dua presenter yang berada di studio Jakarta. Mungkin, lebih tepatnya: “ingin menunjukkan kesalahan orang lain”. Begini kata, presenter yang dari studio pecan baru: “ya, mungkin …. dan … (menyebutkan dua nama presenter di studio Jakarta). Tadi belum mengucapkan selamat tahun baru untuk pemirsa di rumah, maka saya atas nama kru dan kerabat kerja TV One mengucapkan selamat tahun baru 2009 bagi pemirsa TV One di rumah…” Dua presenter yang merasa tersindir itu pun cuman bisa senyam senyum ajah. Weleh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mungkin, masih banyak lagi keprihatinan-keprihatinan yang ada dalam dunia pertelevisian, tidak hanya TV One saja. Dan gak tau kenapa, sekali gue dikasih kesempatan nonton TV dengan waktu yang lebih banyak… Eh! Malah gak dibuat gak nyaman. Adaaaa… aja kesalahan teknis yang menggugah dan membuat hari resah… Alah! Hags. Tapi, kata dosen gue (lagi), rating TV One udah bisa membalap Metro TV! WOW! Dengan kesalahan teknis yang gue temuin, ternyata mereka punya rating yang tinggi… Dasiat!! Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mudah-mudahan aja TV One dan tipi-tipi lain bisa lebihbaik lagi. Gue bukan sok menjadi orang yang perfectionist, tapi gak ada salahnya memberikan koreksi agar menghasilkan perubahan yang lebih baik! Iya, gak &lt;big&gt;Bang One&lt;/big&gt;??? ^^!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;*dukung gerakan matikan TV’mu! Nyalakan yang perlu!* &lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.^_^.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-2897277705845029145?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/2897277705845029145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/tv-one-bikin-geleng-geleng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/2897277705845029145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/2897277705845029145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/tv-one-bikin-geleng-geleng.html' title='TV-One bikin geleng-geleng'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-601063878151629878</id><published>2009-05-04T00:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:23:39.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seringai dan Perisai'/><title type='text'>Seringai dan Perisai: versi wayang dan Si Dekil</title><content type='html'>030209&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam Lingga mencoba menonton pertunjukkan di televise setelah menghabiskan tiga puluh lembar tisu. Dia masih gak percaya bahwa dia harus ikhlas karena telah kehilangan boneka beruang kecil kesayangannya (si dekil), yang telah dia miliki satu setengah tahun yang lalu. Semalam, tiba-tiba boneka itu menghilang dari kamarnya. Boneka yang selalu ia peluk erat saat kedinginan. Boneka yang selalu mendengarkannya saat ia ajak bicara dengan penuh harap sang tedy bear itu membalas curhatannnya. Boneka yang selalu ia gigit dan tonjok-tonjok kalo ia sedang kesal. Boneka yang slalu ia cium-ciumi saat ia sedang bahagia. Dan, boneka yang slalu menjadi teman tidurnya hingga tidak terhitung berapa bekas “pulau” yang ada di dalam tubuh beruang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kenangan yang telah dia lakukan bersama boneka itu begitu terasa dan sangat disayangkan bila harus berpisah secara tiba-tiba. Lingga menangis. Hingga matanya sembab. Dia berteriak. Namun, seorang lelaki dewasa segera memberitahunya supaya Lingga harus ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Berapa lama kita belajar ikhlas?”&lt;/b&gt; Tanya Lingga yang masih berlinangan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Itu semua tergantung kamu sendiri, Lingga… karena ikhlas itu berasal dari hati…”&lt;/b&gt; kata lelaki itu penuh bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga tetap saja tidak bisa terima. Dia tidak mau mengikhlaskan boneka kesayangannya. Sama sekali gak mau. Dia merasa bahwa dia masih butuh boneka itu karena hanya boneka itu yang bisa ngertiin dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“yang paling ampuh untuk menguasai ilmu ikhlas adalah saat kita tau dan sanggup untuk melepas hal terindah kta walau hal tersakit menghampiri kita. Jika kita mampu melewati dengan senyum dan iman yang tak berkurang inilah bukti ilmu ikhlas telah didapat…”&lt;/b&gt; lanjut lelaki itu panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;HUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…&lt;/b&gt;&lt;/big&gt; Tangis Lingga semakin menderu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;SRRROOOTTTTTTTTTTTTTTT!!&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menarik ingusnya yang mulai membuat hidungnya mampet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“… tapi, saat aku tersenyum… satu detik itu juga, aku nangis lagi… huaaaaaa…”&lt;/b&gt; Lingga mencoba bicara, namun tetap saja dia malah kembali menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“sabar, ya…”&lt;/b&gt; tambah lelaki itu. Mungkin, dia udah gak ngerti lagi bagaimana membuat Lingga menjadi tenang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu terlalu klise. Terlalu umum buat Lingga. Dia ingin jawaban yang benar-benar bisa membuatnya bersemangadh lagi dan meneruskan hidupnya karena sudah lebih dari 3 jam ini Lingga hanya terduduk di kamar, menarik ingus, mengambil tisu, mengelap ingus, mengambil tisu, and so on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“… emangnya bener? Kalo manusia itu sama kayak wayang?”&lt;/b&gt;Lingga tiba-tiba mempertanyakan hal yang pernah dia denger dari tivi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“bener. Kita itu wayang. Kita itu bayangan yang tak bisa mengalahkan sinar yang mengarahkan kemana bayangan itu mengarah… Nikmati aja sinar itu…”&lt;/b&gt; Ternyata lelaki itu setuju dengan filosofi itu. Lingga semakin gak setuju dan setengah penasaran. Dia pun mencoba menyalakan televisi. Cari tongtonan wayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;*mute: on*&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga hanya melihat pertunjukkan wayang tanpa suara. Dia melihat dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“… Hoaaaaammmm…”&lt;/b&gt; Lingga mulai menguap. Dan masih menarik ingusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;SROOOTTTTTTTTTTT!!&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesekali air matanya menetes dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 menit. Lingga tertegun melihat layar televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua wayang. Entah siapa kedua tokoh wayang itu. Lingga gak peduli. Yang jelas, yang ia tahu… boneka-boneka itu seperti benda mati. Benda mati yang hidup karena ada sang dalang. Tangan-tangannya digerakkan seenak dalangnya. Gerak ke atas. Ke samping. Atau, ke bawah. Wayang itu pun pasrah-pasrah aja. Wayang itu gak protes sama dalangnya. Mungkin, karena mereka tahu bahwa justru mereka berterimakasih pada sang dalang… kalau gak ada sang dalang yang menggerakkan mereka, maka mereka pun tidak akan (terkesan) hidup. Wayang-wayang itu mungkin telah berhasil belajar untuk IKHLAS digerak-gerakkan oleh sang dalang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huffff….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga menghela nafas. Semakin bingung.&lt;br /&gt;Dia gak mau disamain dengan wayang.&lt;br /&gt;Kalaupun harus menjadi wayang, dia mau menjadi wayang yang menjunjung nlai demokrasi liberal. Dia bakal mencoba memberontak dari aksi si dalang…&lt;br /&gt;Tapi, sayangnya… gak ada wayang yang seperti itu. Yang ada hanya boneka CHUKI yang jahat dan binal…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;HHHHUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAA&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;!!&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga kembali menangis. Dia melempar bantalnya ke lantai. Namun, tiba-tiba secarik kertas terbang ke arahnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dia masih berumur 5 tahun dan belum bisa mengeja dengan benar. Namun, dia membaca tulisan itu secara perlahan-lahan. Memastikan tidak akan terlewat satu huruf pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lingga, maaf aku meninggalkanmu…&lt;br /&gt;Sekarang aku udah gak bisa lagi dengerin kamu curhat…&lt;br /&gt;Gak bisa kamu peluk lagi. Gak bisa kamu ileri lagi. Gak bisa kamu gigit lagi.&lt;br /&gt;Maaf, aku gak bisa berada di sampingmu lagi.&lt;br /&gt;Jaga diri kamu baik-baik, ya…&lt;br /&gt;Sekarang aku berada bersama anak yang sedang membutuhkanku, sama seperti kamu dulu.&lt;br /&gt;Karena kamu sekarang udah besar, aku harus meninggalkanmu walaupun aku sendiri berat untuk meninggalkanmu…&lt;br /&gt;Lingga, jangan lupa untuk tetap tersenyum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-si'dekil- ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga tersenyum di akhir kalimat surat itu. Tapi, tetap saja dia tak kuasa menahan sakit dan tangisnya. Lingga mengambil tisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;SSRROOOOTTTTTTTTTTTTTTTTTT&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;T!!&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengelap ingusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga berlari ke ruang tamu dan menghampiri mamanya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Ma, Lingga mau belajar IKHLAS. Mama bisa panggilin guru les privat pelajaran IKHLAS, gak???”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;[drive-melepasmu.mp3: PLAYS]&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-601063878151629878?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/601063878151629878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/seringai-dan-perisai-versi-wayang-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/601063878151629878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/601063878151629878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/seringai-dan-perisai-versi-wayang-dan.html' title='Seringai dan Perisai: versi wayang dan Si Dekil'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-6808489039640712620</id><published>2009-05-04T00:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:21:45.839-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seringai dan Perisai'/><title type='text'>Seringai dan Perisai: versi perpisahan</title><content type='html'>Salah satu sobat gue memperkenalkan sebuah cerita tentang dua bintang yang bernama Seringai dan Perisai. Dan gue mencoba membuat analogi yang lain tentang kedua bintang itu.&lt;br /&gt;Seringai dan Perisai sama seperti milyaran bintang yang lain. Mereka bukan seperi bintang kejora, bintang yang (katanya) bintang yang paling terang. Mereka pun bukan seperti bintang kelas, yang selalu diingin-inginkan oleh manusia di bumi sana.. Mereka sama-sama berada dalam gugusan bintang yang ada. Mereka berada di anatar milyaran bintang yang ada dalam suasana langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;DALAM PERMULAAN&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Betapa beruntungnya Seringai bertemu dengan Perisai. Dan Perisai pun tidaklah gampang mendapatkan Seringai. Milyaran bintang yang serupa, namun mereka dapat saling menemukan sinar yang paling terang buat mereka berdua. Namun, buat mereka permulaan bukanlah suatu titik awal dari segalanya. Bahkan, menurut mereka… semuanya patut diakhiri sebelum semuanya dimulai. Namun, apa yang mereka rasakan takkan bisa dipungkiri. Mereka pun membuat suatu permulaan atas nama pengakhiran di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa sudah hampir selama satu tahun Seringai berbagi masalah, berbagi stress, berbagi rasa, dan berbagi semangat juang dengan Perisai. Perisai tahu bahwa betapa cerewet, bawel, dan “tukang ngatur”-nya si Seringai. Perisai juga tahu betapa egois dan temperamentalnya si Seringai. Tapi, buat Perisai… itulah yang menajdi nafas hidupnya. Karna Seringai, Perisai bisa merasakan tawa, marah, geleng-geleng kepala, atau bahkan merasakan tangis yang belum pernah ia rasakan sebelumnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi Seringai… Perisai adalah si empunya sinar yang paling terang dan merupakan bintang yang mau berbagai sinar kepadanya. Walaupun Perisai sedang sakit, dia mampu memberikan sebagian sinar agar Seringai tetap bisa tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi Perisai… Seringai adalah si empunya semangat yang tak kunjung asa dan merupakan bintang yang mau berbagai semangat dan doa saat Perisai kehilangan akal sehatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua begitu indah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;DALAM PENGAKHIRAN&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;Dan hingga saatnya, Perisai harus pergi untuk selamanya. Pergi dalam kehidupan Seringai karena dia harus membagi sinarnya yang lain kepada bintang yang tepat. Seringai rapuh. Tapi mau tak mau, memang itu yang harus dia hadapi. Walaupun Seringai berharap akan datangnya waktu yang lebih lama, kenyataan itu tetap akan dia hadapi. Kenyataan yang telah dia takutkan saat dalam sebuah permulaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringai bertambah rapuh karena masih banyak janji-janji Perisai yang belum dia tepati. Sebelum pergi, Perisai berjanji padanya bahwa Perisai akan mengajak Seringai ke perbatasan atmosfir. Perisai juga berjanji untuk mengajak Seringai ke tempat yang paling indah, melihat debu-debu yang berkilauan hingga membentuk cincin untuk Planet Saturnus. Tapi sekarang, itu hanya tinggal omong kosong belaka. Janji-janji itu semua akan menjadi angan-angan dan cita-cita bagi Seringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, Perisai memang tidak memberikan apa yang telah dia janjikan kepada Seringai. Perisai tidak memberikan apa yang diinginkan oelh Seringai. Tapi, Seringai sadar bahwa Perisai telah memberikan apa yang tidak dia bayangkan sebelumnya. Perisai mengajarkan tentang hidup. Perisai mengajarkan apa arti kata berjuang dan tetap tersenyum meski saat kita jatuh sekalipun. Perisai selalu mengajarkan Seringai ajar dia tak perlu khawatirkan asumsi orang lain. Dan yang Seringai tahu, Perisai jelas-jelas memberikan pelajaran yang paling sulit untuknya: &lt;b&gt;IKHLAS&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah kata yang sangat menyakitkan untuk Seringai. Seringai harus ikhlas menerima bahwa Perisai akan meninggalkan sinarnya bukan untuknya lagi. Ikhlas bahwa Perisai takkan bisa menerima sinarnya sepenuh hati. Ikhlas bahwa Perisai akan kembali bersama milyaran bintang yang lain dan kadang akan tertutup awan hitam, dan Seringai pun takkan bisa menemukannya lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ikhlas bahwa tepat 27 hari sebelum satu tahunnya rasa mereka diungkapkan, Perisai berkata bahwa itu adalah hari terakhir mereka berdua bertemu dan tertawa bersama. Serta ikhlas bahwa 3 jam sebelum Perisai menyerahkan sinarnya kepada bintang yang lain, Seringai mendapat genggaman tangan yang terakhir dari Perisai. Hangat. Ikhlas: takkan ada tetes air mata lagi di depan Perisai. Hufff…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seringai&lt;/b&gt;: “Perisai, aku takkan berharap banyak akan datangnya sinar yang baru… karna aku takkan pernah tahu, kapan sinar yang pertama aku temui dulu akan redup seketika… Namun, aku akan tetap tersenyum untuk bahagiamu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perisai&lt;/b&gt;: “…aku tetap berharap, kamu akan menjadi bintang yang paling terang bagi yang ada di sekelilingmu. Berikan sinarmu untuk mereka. Dan sinar itu pun akan semakin terang walau sinarmu yang pertama telah berada di kejauhan. Mungkin, aku takkan bisa melihatmu lagi. Tapi aku yakin, kau akan tetap bersinar dan selalu tersenyum… Jaga diri kamu baik-baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[melepasmu_drive.mp3 is playing]&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-6808489039640712620?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/6808489039640712620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/seringai-dan-perisai-versi-perpisahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/6808489039640712620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/6808489039640712620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/seringai-dan-perisai-versi-perpisahan.html' title='Seringai dan Perisai: versi perpisahan'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-9199130226118067215</id><published>2009-05-04T00:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:19:45.633-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serangkaian kata'/><title type='text'>traffic life</title><content type='html'>Kata orang, hidup itu adalah pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak pilihan, semakin sulit kita memutuskannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita harus menyerah, atau tetap berjuang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita harus menangis, atau justru tertawa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita harus tetap berjalan lurus, atau justru berbalik arah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita harus mencintai seseorang, atau justru membenci dan melupakannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita harus berjalan, atau malah berlari tanpa henti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo buat gue…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu menyenangkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna… gue tau bagaimana gue harus nikmatin hidup…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue masih bisa tertawa walau dalam hati menagis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tau kapan gue harus berlari…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan berhenti sejenak saat gue udah terlalu letih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue tau jalan mana yang harus gue pilih saat gue berada di persimpangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue tau kapan gue harus berjalan lurus dan pada saatnya nanti, mungkin gue akan berbelok atau bahkan berbalik arah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue tau apa yang harus gue lakukan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue tau apa yang harus gue putuskan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini hidup gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini cara gue…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang jelas, gue akan tetap berusaha tersenyum untuk orang-orang di sekeliling gue..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal yang terindah dari hidup adalah tawa dan tangis,&lt;br /&gt;kebahagiaan dan kesedihan karena ia berasal dari suatu hal yang terrdalam&lt;br /&gt;dan suratannya telah tertulis dengan skema yang ada di tangan Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan, biarkan gue menikmatinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sometimes life doesn’t always turn out the way you plan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.just smile for your life.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-9199130226118067215?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/9199130226118067215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/traffic-life.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/9199130226118067215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/9199130226118067215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/traffic-life.html' title='traffic life'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-300422768135049349</id><published>2009-05-04T00:10:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:11:58.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Lingga'/><title type='text'>perempuan naif dan munafik menangis kepada dunia dan berteriak kepada laki-laki Share</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lingga&lt;/span&gt;. Gadis kecil yang masih berumur 14 tahun itu sedang duduk termenung di pinggir trotoar. Entahlah, apa yang sedang ia lakukan saat itu. Kita mungkin tak perlu tahu karena kita mungkin tak pernah mau tahu. Tiba-tiba ia menyadari adanya selembar kertas yang dilipat di sampingnya. Karena rasa ingin tahunya yang amat sangat besar, maka ia mengambil kertas itu dan membuka lipatannya satu per satu. Itu sebuah surat. Semakin bersemangadhlah ia mencari tahu tentang isi surat itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kepada dunia…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku menangis atas diriku dan kaumku.. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Entahlah mengapa aku begitu sedih, risau, galau, takut, resah, atau apalah namanya itu… yang jelas, hatikuw seperti tergores perlahan-lahan oleh karena sebilah bambu runcing… Ya, karena hanya laki-laki di negeriku lah yang menggunakan bambu runcing sebagai senjata untuk mempertahankan hidupnya... &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi dunia, apakah kau tahu apa yang aku rasakan saat ini?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku merisaukan aku dan kaumku. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi, entahlah apa kaumku merisaukan diri mereka sendiri. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi, entahlah apa justru kaumku yang malah merisaukan diriku. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku risau akan mereka yang tanpa ragu bersetubuh dengan indahnya. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka yang tak pikir untuk mempertunjukkan tubuh mereka bak etalase berjalan. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka yang terlalu asik membiarkan ular masuk menggeliat ke dalam tubuhnya. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi, apakah ini karena mereka yang lemah? &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apakah ini karena mereka merasa terdominasi oleh pihak yang mendominasi? &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mungkin, mereka kadang berlagak kuat…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka berteriak: &lt;b&gt;“hey, kamu laki-laki! Jangan suka mempermainkan aku!”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi, aku tahu bahwa mereka memang suka dipermainkan…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka berteriak: &lt;b&gt;“hey, kamu laki-laki! Jangan suka membohongi aku!”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi, aku tahu bahwa mereka memang suka dibohongi…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka berteriak: &lt;b&gt;“hey, kamu laki-laki! Jangan suka menghujankan kata-kata gombal kepadaku!” &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi, aku tahu bahwa mereka memang suka dihujani kata-kata gombal hingga mereka pun terlelap dalam sebuah mimpi yang (mereka anggap) indah…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku tahu bagaimana pun bejatnya laki-laki itu, tetap saja dia akan dicintai sepenuh jiwa oleh mereka…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hai, dunia…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku menangis bukan kepada Tuhan. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karna ada orang yang tak percaya bahwa mereka hidup dan tinggal dalam Tuhan. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi, setidaknya… semua orang pasti hidup dan tinggal di dunia ini. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dunia, katakan padaku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apalah perbedaan antara dua kata ini: “perempuan” dan “wanita” &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apalah bedanya??! &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika nyatanya, perempuan tidak lebih baik dari wanita…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku pikir, itu hanyalah sebuah pemaknaan yang hanya menjadi topeng atas realita. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dunia, katakan padaku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apakah salah jika kaumku menjadi sosok yang lebih jantan di atas mereka yang memilki kejantanan itu? &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dunia, katakan padaku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apakah yang terjadi saat ini? &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Inikah yang disebut dengan perubahan? &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Waktu berubah. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Fase hidup pun berubah. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perubahan di mana harga diri dan moral diobral murah begitu saja. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perubahan di mana manusia semakin mendehumanisasikan manusia yang lain. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dunia, maafkanlah aku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku hanyalah seonggok manusia yang naïf dan munafik. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku terlalu naïf hidup dalam duniamu saat ini. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku terlalu munafik untuk menikmati kenyataan dalam hidup ini. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku sudah tak sanggup lagi untuk menyelamatkan anak cucuku dari manusia-manusia jahanam yang merusak kaumku. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Manusia-manusia laknat yang seperti anjing yang kelaparan. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Air liurnya pun tanpa henti-hentinya menetes perlahan-lahan disekujur tubuh yang telah disajikan secara cuma-cuma. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sungguh seperti binatang yang nafsu melihat seonggok daging segar di depan matanya…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan manusia memang adalah binatang…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dunia, maafkanlah aku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maafkanlah aku yang harus meninggalkanmu karena aku terlalu ngeri melihat apa yang akan terjadi di depan sana; yang lebih busuk daripada ini…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maafkanlah aku yang tak mau menjaga anak cucuku nanti dari kebangsatan ini…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maafkanlah…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku mati saja…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Biarkan narasi kebencianku ini tinggal di dalam otak anak cucuku nanti…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Biar mereka sadar bahwa mereka bukanlah orang yang suka didiskon dan diobral sesuka hatinya…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Biar mereka sadar bahwa mereka hidup bukan hanya sebagai etalase berjalan demi merangsang air liur-air liur para binatang yang jelas-jelas itu sangat menjijikkan.. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Biarlah mereka sadar…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan kalaupun mereka tak bisa sadar…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berarti mereka telah hidup di bawah alam sadar…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anakku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Cucuku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan segala keturunannya…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berjuanglah…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jangan seperti diriku yang menyerah atas realita, dan lebih memilih untuk mati…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berjuanglah…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Biarkan realita itu hadir dalam hidupmu, dan biarkan hidupmu mempunyai realita sendiri…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Realita yang kau ciptakan sendiri demi membuat hidupmu lebih baik…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Now, you are a girl…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;And someday: you will be a woman…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;-dari seonggok manusia yang naïf dan munafik-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga kembali melipat kertas itu sesuai dengan bekas lipatan awal. Dengan tangan yang masih merinding, Lingga memasukkan surat itu ke dalam sakunya. Enath mengapa ia malah menyimpan surat itu. mungkin, dia berniat membaca surat itu ketika ia berulang tahun yang ke-17 nantinya. Entahlah, apa yang ingin ia lakukan. Kita mungkin tak perlu tahu karena kita mungkin tak pernah mau tahu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-300422768135049349?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/300422768135049349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/perempuan-naif-dan-munafik-menangis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/300422768135049349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/300422768135049349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/perempuan-naif-dan-munafik-menangis.html' title='perempuan naif dan munafik menangis kepada dunia dan berteriak kepada laki-laki Share'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-1730173296796729592</id><published>2009-05-04T00:03:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:12:43.180-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Lingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seringai dan Perisai'/><title type='text'>"gak peduli siapa mereka, yang jelas... tolong temani aku sepanjang malam..."</title><content type='html'>Lingga, gadis berumur lima tahun itu malam ini tak bisa tidur. Dia membuka jendela kamarnya, menatap langit hitam yang masih memperlihatkan satu-dua bintang di dalamnya. Dia berpikir dalam lamunannya. Dia masih memikirkan tentang cerita-cerita mengenai dua bintang yang bernama seringai dan perisai. Beberapa temannya memberikan banyak versi cerita mengenai kedua bintang itu. Tapi, kesemua cerita itu sangat berbeda dan justru membuat Lingga semakin bingung tentang siapakah seringai dan perisai yang sebenarnya. Yang Lingga yakini adalah mereka adalah bintang, sepasang bintang.&lt;br /&gt;Tapi, tetap saja Lingga masih bingung. Apa yang sebenarnya terjadi pada Seringai dan Perisai. Terlalu banyak versi yang diceritakan oleh teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;Versi #1&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;“Seringai dan Perisai adalah dua bintang yang saling suka dan saling mencintai. Namun, entah mengapa ketika Seringai menyakini bahwa Perisailah satu-satunya yang ada di dalam hatinya, Seringai kembali diingatkan dengan bintang yang lain. Seringai menjadi bimbang akan pilihannya padahal Perisai slalu memberikan sinar hidupnya kepada Seringai dengan tulus. Dan sampai saat ini pun Perisai masih berjuang untuk menyakini Seringai agar mereka dapat saling berbagi sinar selamanya… hingga malam takkan pernah ada lagi di muka bumi ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;Versi #2&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;“Seringai dan Perisai adalah dua bintang yang pada awalnya tak saling kenal. Hingga suatu saat sang Perisai lah yang ungkapkan semua. Walau diawali rasa ragu dan takut akan sebuah akhir yang telah diduga, perlahan-lahan Seringai menerima sinar kehidupan dari sang Perisai. Suatu permulaan yang tanpa ada kesepakatan untuk sebuah status, semua berjalan seiring dengan bergantinya malam-pagi-siang-dan malam kembali. Semua terasa indah hingga ada tangis untuk sebuah pengakhiran. Dan, status pun segera dihadirkan. Dan sampai saat ini pun, Seringai dan Perisai akan tetap berjuang untuk menjalani gugusan bintangnya masing-masing… berjuang agar tetap bisa menyinari jagad raya di belahan dunia yang berbeda…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;Versi #3&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;“Seringai dan Perisai adalah dua bintang yang saling bersahabat. Dua orang sahabat yang slalu berbagi cerita, tawa, dan tangis. Dua orang sahabat yang saling menyakini satu sama lain bahwa mereka adalah sepasang sahabat. Dari cerita yang gak penting hingga cerita yang genting,slalu mereka bagi bersama. Dua orang sahabat yang saling memberikan sinarnya kepada satu sama lain meski tidak sepenuhnya, sebab mereka juga harus membagi sinarnya dengan bintang lain yang telah menjadi pilihan mereka masing-masing. Dan sampai saat ini pun, Seringai dan Perisai pun tetap berjuang untuk mempertahankan sinar persahabatan mereka sampai kapanpun. Hingga masing-masing dari mereka berdua pun menghasilkan bintang-bintang yang lain hingga semakin banyaklah bintang-bintang bertaburan di langit jagad raya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hufh…&lt;br /&gt;Tiba-tiba Lingga menghela nafas setelah mengingat beberapa cerita dari sekian banyaknya cerita yang diberitahu oleh teman-temannya. Entahlah, mana yang ia percaya sebagai sebuah keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seringai… Perisai… siapa, sih kalian berdua?” Lingga mengoceh sendirian, berharap yang ia ajak bicara itu mendengarnya dari kejauhan. “Siapapun kalian, aku harap… temani aku tiap malam, yah… Aku mau kalian temani aku bercerita… oke?” Lingga malah melemparkan senyum polosnya dan matanya masih mengarah ke langit hitam di kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara dingin semakin menembus tubuhnya yang mungil. Dengan segera ia menutup jendela kamarnya perlahan-lahan agar mamanya tidak mempergokinya yang masih terjaga pada dini hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Tuhan, semoga kelak nanti akan ada seseorang yang memberitahuku mengenai siapakah Seringai dan Perisai itu sebenarnya… Amin.”&lt;/b&gt; Doa Lingga dengan penuh senyum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-1730173296796729592?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/1730173296796729592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/gak-peduli-siapa-mereka-yang-jelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1730173296796729592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/1730173296796729592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/gak-peduli-siapa-mereka-yang-jelas.html' title='&quot;gak peduli siapa mereka, yang jelas... tolong temani aku sepanjang malam...&quot;'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-4550622912009372986</id><published>2009-05-03T23:59:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:12:57.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Lingga'/><title type='text'>Belajar Berhitung… [3 days before]</title><content type='html'>“Mamaaaa… Masa’ tadi aku dipuji sama bu guru.. Katanya, Lingga itu anak yang ingatannya kuat dan jago berhitung! Hehehe… Aku senang, maaa….!!” Seru Lingga kegirangan sepulang sekolah. Lingga, gadis ceria yang masih berumur lima tahun itu merasa senang karena dipuji oleh guru TK-nya pada saat pelajaran berhitung sederhana. Selama pelajaran, Lingga sangat aktif memainkan jari tangannya. Maklum, Lingga memang lebih asik berhitung dengan menggunakan jari-jari kecilnya dibandingkan dengan sempoa, atau teknik aritmatika KUMON.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba sekarang tunjukkin ke mama kalo Lingga itu anak yang ingatannya kuat dan jago berhitung…” kata mamanya sambil melanjutkan memotong sayuran di meja dapur.&lt;br /&gt;Lingga semakin antusias. Dia menyeret korsi makan, naik di atasnya perlahan-lahan, dan kemudian mulai memainkan kaki-kakinya yang menggantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inget apa, iah ma?” Lingga bingung mau dimulai darimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“yaaa… Apa yang Lingga inget?” Kata sang mama yang sesekali memperhatikan anak gadisnya yang belum ganti baju itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu!” Teriak Lingga penuh semangat. Tapi Lingga berpikir lagi. “Hmmm…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Si Dekil udah pernah aku gigit 4 kali gara-gara dia bikin Lingga marah. Tapi, Si Dekil pernah bikin aku nangis sebanyak…” Lingga memainkan jarinya kembali. Entah mengapa Lingga memilih topik tentang Si Dekil, boneka kesayangannya yang kini sudah tidak bersama denganya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… sebanyak 17 kali. Terus, Si Dekil udah ninggalin Lingga selama…” Lingga mencari tambahan properti yang ada di sekitarnya untuk dijadikan sebagai alat hitungnya: sendok, garpu, centong, pisau roti, bahkan tusuk gii pun ia ambil satu-satu. “… selama 59 hari, ma!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ampun Lingga…. Barang-barang mama jadi berantakan di meja makan, kan jadinya? Haduh…” Kata sang mama beranjak untuk membereskan perangkat dapurnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mamaaaa… jangan diberesin dulu, dooonggg…” Rengek Lingga. Sang mama pun menurut kemauan anak gadisnya yang keras kepala itu dan kembali memotong sayuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mamaaaa… gimana?? Lingga hebat, kaaannn???” Lingga minta pendapat mamanya atas atraksinya tadi.&lt;br /&gt;Sang mama menoleh ke arah Lingga, mencuci tangannya, dan duduk di samping Lingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mama gak terkesan, tuh sama kehebatan Lingga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lingga tertegun. Dia kecewa karena mamanya sendiri malah gak memuji dirinya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau tau kenapa?” Tanya mamanya lembut. Dia tahu bahwa Lingga pasti akan kecewa ketika mendengar statement pertamanya. Dia kemudian membelai rambut Lingga. “habis, Lingga cuman ingat kejelekkan Si Dekil. Mama gak suka kalo Lingga cuman mengingat-ingat kejelekkan dari orang lain. Walaupun Si Dekil hanya sebuah boneka, tapi Lingga sayang kan sama Si Dekil?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga mengangguk-angguk, “iyah, sayang banget…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terus, kok yang diitung-itung cuman yang jelek-jelek aja, sih?” Tanya sang mama perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“soalnyaa… Lingga udah gak bisa ngitung kebaikan yang udah Si Dekil kaish buat Lingga… Dekil udah terlalu baik buat Lingga. Jari Lingga, sendok, garpu, piso, tusuk gigi, bahkan lidi-lidi yang ada di sapu lidi mama pun gak bakal bisa Lingga pake buat menghitung baiknya Si Dekil…” kata Lingga sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“….” Sang mama terkejut mendengar penjelasan dari anaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingga kemudian menengadahkan kepalanya dan memanggil mamanya pelan, “maa…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kenapa, sayang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tadi aku ketemu Dekil. Dia lagi dipeluk sama anak cewek yang tinggalnya di komplek sebelah itu, lhooo maaa…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terus… aku samperin anak cewek itu. Aku bilang supaya dia jagain Dekil. Aku gag mau Dekil di-londri. Aku pengen Dekil tetep Dekil…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…” sang mama tersenyum kecil mendengar keanehan pemikiran anak gadisnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terus anak cewek itu bilang apa ke Lingga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… terus, anak itu bilang kalo dia mau ngajak Dekil pindah ke luar kota. Dekil mau jauh dari Lingga, maaa… Lingga sekarang gak bisa lagi pura-pura main di lapangan deket rumah cewek itu gara-gara cuman buat ngeliat si Dekil. Lingga gak bisa lagi pura-pura numpang pipis di rumah cewek itu cuman karena pengen ngeliat si Dekil duduk di sofa ruang tamu. Lingga bener-bener udah gak bisa lagi ngeliat Dekil, maaaaaa…” Lingga setengah berteriak marah dan tangan mungilnya memegang erat tangan mamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lingga… katanya udah mau ikhlas… Emangnya, kapan Dekil mau pergi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“masih lama, siii ma…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berapa lama lagi emangnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kata anak cewek itu, &lt;b&gt;kurang dari 259.200 detik lagi&lt;/b&gt;… Berarti masih lama, kan ma? Angkanya kan banyak gitu…” kata Lingga polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mama diam sejenak. Dia berpikir. Tak yakin kalo angka yang banyak itu menunjukkan sisa waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lingga, berapa pun sisa waktu yang tertinggal, kamu tetap bisa membiarkan Dekil bahagia sama cewek itu. Toh, cewek itu pun sama seperti kamu dulu… sama-sama membutuhkan Dekil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iyah, maa… kalo Dekil seneng, Lingga juga seneng, kok…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalo mama beliin boneka yang baru lagi gimana? Boneka beruang lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak usah, ma.. Lingga besok kan udah SD. Gak butuh boneka lagih. Besok Lingga udah gede, kan ma???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mama tersenyum melihat usaha Lingga yang mencoba untuk tegar tanpa sebuah teman cerita, “iyaaa… Lingga besok udah gede… Lingga itu anak mama yang paling pintar dan gak cengeng!” Kata sang mama sambil mengecup kening Lingga dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-4550622912009372986?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/4550622912009372986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/belajar-berhitung-3-days-before.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/4550622912009372986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/4550622912009372986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/belajar-berhitung-3-days-before.html' title='Belajar Berhitung… [3 days before]'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4494234240537306600.post-7952302519695249982</id><published>2009-05-03T23:52:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:13:13.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Lingga'/><title type='text'>Ada yang tahu, ga sih bahwa ini bener-bener sakit??</title><content type='html'>Nama gue &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lingga&lt;/span&gt;. Usia gue, anggap ajah umur 22 tahun. Saat ini, gue bener-bener butuh tamparan. Kenapa? Karena, gue bener-bener pengen kembali tersadar dan life must go on. It’s all about love! Actually, gue sangat anti buat ngomongin sama hal-hal yang berbau cinta. Dan sekarang, mungkin gue kualat sama yang namanya cinta. My love totally disappears. Because what?? Karena orang yang gue sayangi bakal hidup berdampingan dengan orang lain. He will get married!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Petra&lt;/span&gt;. Dia pria yang biasa ajah menurut gue. jauh gantengnya sama pacara-pacar temen gue yang tergolong annak distro, anak kuliahan, dan anak gaol lainnya. Yang jelas, sejak 5 bulan pedekate gue tahu bahwa dia menularkan ke gue apa itu makna hidup: berjuang dan jangan pernah menyerah. Gue pikir, that’s the point yang gak dipunya ma anak-anak ABG lainnya. Well hingga akhirnya, gue dan Petra pun udah kenal dekat selama kurang lebih 1 tahun 8 bulan. Dan itu, backstreet! Gimana gak mantap perjuangan gue dan dia?? Apalagi, ketika gue dan dia tahu bahwa kita berdua punya prinsip yang beda. Prinsip yang takkan pernah bisa menjadi sama atau bahkan dipaksa untuk menjadi sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, gue penasaran ajah. Apakah ada temen-temen gue yang bisa ngerasain apa yang gue rasain? Mereka yang putus dari pacarnya ajah udah termehek-mehek. Gimana kalo ditinggal merit? Gue pikir, masalah yang gue hadapi bukanlah masalah yang UMUM dihadapi anak seumuran gue. gue nyadar kalo anak seumuran gue tuh hidupnya dibawa have fun ajah. Gag sah dipikirin berat-berat.. yang penting, enjoy your life.. Tapi, sayangnya… gue gak bisa kayak begitu. Terserah, lah temen-temen gue menganggap gue sebagai alien. Tapi, it’s the real me! I’m the thinker! Hal ini cukup berat gue lalui karena apa? Karena gue putus ma Petra tepat satu tahun jadiannya kita. Then, he tells everything kalo dia bakal ngelamar perempuan yang bakal dia nikahi. Tapi, gak dapat dipungkiri, kami berdua putus karena terpaksa dan tanggungjawab. Even, seminggu sebelum dia merit pun kita masih mengutarakan bahwa masih ada rasa yang dulu pernah kami rasain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, semua harus diakhiri! Everything is over. Takkan ada lagi pengungkapan diri yang justru malah merusak segalanya. Sama seperti layaknya ada tembok di depan mulut kita. Biarkan apa yang nanti terucap biarlah memantul kembali kea rah kita. Jangan sampai kata itu tersampaikan. Dan tentu ajah, kita siap-siap untuk men-defrag ingatan kita kembali tentang semua. Mari kita mengkotak-kotakkan folder ingatan kita agar yang lalu hanya aka nada di dalam kotak yang paling belakang hingga nanti menjadi fosil. Disimpan, bukan berarti dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setidaknya, gue bersyukur jika gak ada temen-temen (seumuran) gue satu pun di luar sanah merasaakn apa yang gue rasakan. Kasihan mereka. Mereka masih terlena dengan cinta-cintanya di luar sanah. Mereka masih menikmati how wonderful life with their loves. And even, they don’t know about what is next that will happen with their loves… they don’t care coz they just let their loves go with the flow…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, nobody knows that it hurts me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat orang-orang di luar sanah yang bisa merasakan apa yang gue rasain, thanks banget. I’ll try to keep smile and continue my journey. I have a long journey to get a better life. So, just smile for my unpredictable life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bless you all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buat Petra&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;"semoga bahagia... hope that someday we will meet with another story..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4494234240537306600-7952302519695249982?l=otakndeso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://otakndeso.blogspot.com/feeds/7952302519695249982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/ada-yang-tahu-ga-sih-bahwa-ini-bener.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/7952302519695249982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4494234240537306600/posts/default/7952302519695249982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://otakndeso.blogspot.com/2009/05/ada-yang-tahu-ga-sih-bahwa-ini-bener.html' title='Ada yang tahu, ga sih bahwa ini bener-bener sakit??'/><author><name>otak si'Ndeso</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_V4WYecdQ2KE/Sf6WevDkmRI/AAAAAAAAAAc/KN4i7pTqb4c/S220/3290_1133424132405_1131351818_391999_4264190_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
